Bajigur

Bajigur


bajigur Bajigur selalu mengingatkan saya pada jaman dulu. Hehe kenapa tidak, berapa kali sekarang kita pernah melihat tukang penjual minuman hangat ini berkeliling menjajakan jualannya? Saya sih hampir tidak pernah 🙁

Dulu sewaktu kecil, sering sekali dibelikan bajigur oleh ibu dalam plastik-plastik yang kedua ujungnya ditarik menyerupai kaki. Tidak lupa seikat kedelai rebus atau dua potong ubi rebus. Bahkan kadang kalau sedang beruntung, si bapak penjual bajigur juga menjual kue pisang dalam bungkus daun pisang. Syedaaap.

Kangen banget sama kue-kue tradisional seperti ini. Suami saya bahkan selalu meminta saya mencoba membuat kue-kue tradisional tetapi lagi-lagi saya kembali ke roti, donat dan beberapa kue yang bisa saya buat hanya karena saya sudah biasa dan terasa lebih mudah.

Ugh padahal resep-resep kue tradisional bertebaran dimana-mana. Sayang banget ya kalau alasannya cuma malas 🙁

Bajigur adalah minuman khas Jawa Barat. Saya ingat sekali gerobak penjual bajigur yang khas. Ada semacam lemari dengan tutup kaca untuk kue-kue dan rebusannya dan panci dengan leher yang menyempit untuk bajigur panasnya plus sendok dengan gagang panjang untuk mengambilnya. Ihiks nostalgis!

Bajigur

Bahan:

  • 1 L santan agak kental
  • 150 gr gula merah, sisir
  • 100gr jahe bakar, memarkan
  • 1 batang kayu manis (5-6 cm)
  • 2 lembar daun pandan
  • 1 sdmbubuk kopi
  • 1/2 sdt garam

Cara Membuat:

  1. Masak santan bersama  gula merah, jahe, kayu manis, dan daun pandan hingga gula larut. Jangan lupa diaduk pelan supaya santan tidak pecah
  2. Masak hingga mendidih
  3. Tambahkan garam dan kopi, aduk rata
  4. Angkat dan saring
  5. Sajikan hangat

+ There are no comments

Add yours