Bakmi Tasik


bakmitasik

Dua hari ini  anemia saya kambuh lagi dan seperti biasa dalam hati selalu berseru-seru ‘Ayo hes olah raga doong!’ 😕 Biasanya kalau sedang pusing begitu ngapain-ngapain males apalagi ngeblog. Hehe ..

Minggu pagi kemarin saya bercerita pada Wicak kalau saya mimpi makan mie tasik. Ada mie tasik di Bogor yang jadi favorit saya. Sudah lama sekali saya tidak pernah lagi ke sana. Dulu sebelum menikah saya cukup sering mampir  ke sana menikmati mie ayam bakso pangsit babat-nya Mie Tasik yang berlokasi di Jalan Suryakencana.

Mendengar cerita saya, suami saya itu merasa diingatkan, ‘Ooh, aku lupa terus mau cerita. Mie Tasik cabang Suryakencana buka tuh di jalan Margonda dekat persimpangan yang mau ke Depok Dua‘ katanya. Woalahh seperti mimpi yang menjadi kenyaataan 😆 Ayooo, kemon ..

Menjelang makan siang walau panas luarr biasa kami berangkat juga. Tadinya saya pikir tempatnya seperti kios bakso pada umumnya: Deretan bangku dan meja dengan luas ruang yang tak seberapa. Tetapi ternyata dugaan saya meleset jauh.

bakmitasikdepokTempatnya lapang dengan beberapa saung untuk duduk lesehat dan sebuah ruangan yang terang dan nyaman untuk duduk di meja. Menyenangkan sekali. Mungkin karena selain mie tasik tempat ini juga menawarkan menu lain seperti makanan cina dan masakan ala sunda yaitu paket nasi timbel.

Sewaktu mas pelayannya mengantarkan menu, ia memberi informasi kalau tempat itu juga melayani pesan antar 😀 Berita bagus untuk saya yang kadang sering kepengen libur memasak. Istilah halus dari males.  Hihi ..

bakmitasik2Ingin cepat melepas kangen, saya memesan mie ayam bakso pangsit babat dengan hati senang. Minumnya? Tentu saja es jeruk! Nostalgia. Hanya saja kalau di Suryakencana kita bisa melihat dan mendengar lalu lalang kendaraan bermotor, disini walau masih terdengar suara-suara dari aktivitas jalan raya tetapi suasananya lebih adem.

Setelah pesanan datang, saya mencicipi mie-nya untuk membangkitkan kenangan. Woaah, kok rasanya biasa saja. Enak sih. Tapi ngga beda dengan mie ayam lain walau mienya memang sedikit berbeda.

Sewaktu Wicak menambahkan sambal ke dalam mienya ia berujar, ‘Woaa, ini nih sambal bawang khas mie tasik‘ katanya sembari mengacungkan sebuah botol sambel yang berisi cairan kental berwarna kecoklatan.

Saya lalu menambahkan sedikit sambal tersebut ke dalam mie saya dan mengaduknya. Hahaha iya bener ini yang bikin kenapa saya suka pada mie ayam tasik. Untuk infomasi dulu sewaktu saya masih jadi si pemilih makanan, mie ayam adalah makanan yang masuk dalam daftar makanan yang saya tak suka.

Rasa mie tasik dengan sambal bawang ini memang berbeda. Ada rasa sedikit masam didalam sambal tersebut menjadikan rasa dan aroma mie ayamnya langsung berubah setelah ditambahkan sambal tersebut. Untuk saya sih rasa dan aroma itu enak. Tetapi kata Wicak jangan terlalu banyak menambahkan sambal bawangnya karena rasanya nanti malah jadi tak enak.

Mungkin tips itu berguna juga: Tambahkan sedikit sambal bawang dan tambahkan sambal cabai jika masih kurang pedas.

Mie Tasik
Jl. Margonda Raya
Depan Persimpangan ke arah Depok 2
Depok

12 Comments

Add yours
  1. 1
    ossy

    saya yang orang bogor aja belum pernah nyobain mie tasik yg di surken itu teh.. tapi berhubung ada darah setengah tasik, jadi saya nyobainnya yang di tasiknya aja, hehe

  2. 8
    Deni andi nugroho

    Memang plg enak omongin soal mie,apalagi mie tasik.dimana ya bs kudpt disini?soalnya aku berada jauh dr kt depok?!

  3. 9
    'dee

    oohhh… yg ini ada cabangnya juga dekat rumah aku hes… aku juga penggemarnya. aku suka pangsit goreng dengan sambal bawang-nya… enakkkk 🙂

    ayo hes kapan2 kopdar (haha!) dan kita makan mie tasik bareng2…

    btw, sakit lagi ya hes? cepet sembuh yaaa…

    love, d.~

  4. 12
    Reginald

    I read a lot of interesting posts here. Probably you spend a lot of time writing, i know how to save you a lot of time,
    there is an online tool that creates high quality, SEO friendly posts in seconds,
    just type in google – laranitas free content source

+ Leave a Comment

20 + seventeen =