Cah Genjer


cahgenjer

Sebulan yang lalu saya bertanya pada ceuceu yang membantu saya di rumah apakah ia tahu tempat yang menjual genjer bagus karena saya akan kedatangan teman-teman dan mereka memesan tumis genjer.

Ceuceu bilang bahwa nanti ia akan bertanya pada anaknya yang biasa membawakannya genjer bagus dari cianjur. Saya tertawa, ‘Ngga usah atuh ceu. Kasihan amat disuruh bawa genjer dari cianjur. Ongkosnya saja sudah berapa

Jadi saya pikir nantilah saya cari di pasar karena di pasar Depok genjer memang terkadang banyak sekali.

Tidak lama berselang dari obrolan kami itu, ibu mertua ceuceu meninggal sehingga ia segera pulang ke Cianjur. Sepulang dari sana ia membawakan saya 10 ikat genjer muda yang masih hijau dan segaar.

‘Ini tadi di jalan liat genjer. Inget sama mba kepengen genjer jadi beli’ 🙂 Woah saya senang dong. Apalagi genjernya beda sekali dengan yang biasa saya beli. Masih hijau segar dan banyak daunnya. Tapi acaranya masih sekitar lima hari lagi. Apa kuat ya genjer disimpan lama? Teh Ani menyarankan untuk membungkusnya dengan kertas koran.

Tapi ternyata genjernya masih bertahan sampai saya memasaknya untuk makan siang bersama beberapa teman blogger hari minggu kemarin

Cah Genjer

Genjer (Limnocharis flava) adalah tanaman terna yang tumbuh di rawa atau kolam berlumpur yang banyak airnya. Selain daunnya, bunga genjer muda juga enak dijadikan masakan. Genjer cocok diolah menjadi tumisan, lalap, pecel, campuran gado-gado atau dibuat sayur bobor.

Sumber: Budiboga

Cah sendiri saya tidak tahu arti harfiahnya tetapi saya kira adalah tumisan dengan sedikit kuah. Entah itu kuah dari tambahan air atau air yang keluarr dari bahannya. Seperti cah genjer ini, airnya berasal dari genjernya sendiri.

Bahan:

  • 3 ikat genjer, siangi, cuci bersih
  • 5 buah cabai rawit merah, iris
  • 1 siung bawang putih, cincang
  • 1 buah tomat merah, potong kecil
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
  • 2 sdm minyak sayur

Cara membuat:

  1. Tumis bawang putih, tomat dan cabai rawit merah hingga harum
  2. Masukkan genjer, garam, dan gula, aduk rata hingga genjer terlihat agak melayu (jangan terlalu lama supaya genjer tidak terlalu lunak)
  3. Angkat dan sajikan hangat
Lama persiapan: 10 menit
Lama memasak: 5 menit
Untuk 2-4 orang

Genjer Cianjur beda banget sama genjer yang biasa saya beli di pasar Depok Baru. Rasanya lebih segar. Yah mungkin lain ladang lain genjer yaa

Share it! 😉

9 Comments

Add yours
  1. 1
    'dee

    ha ha, waktu aku lihat hes ternyata berhasil dapat genjer, aku sampe takjub 🙂 genjer itu kan barang langkaaaa 😛

    nanti kalo masukdapur ulang tahun lagi aku mau minta dimasakin rujak semanggi ah… ha ha, semanggi kan lebih susah lagi nyarinya 😉

    d.~

  2. 6
    hes

    @tsefull: genjer emang udah langka :p
    @uni: kalo kata aku sih enak 😉
    @ani: udah ga punya utang janji sambel cibiuk ya :p hehe. nuhun pisan ..

+ Leave a Comment

19 + 6 =