Cah Sawi


sawipahit

Kok lupa ya masak ini kapan 😕 Tapi tadi pagi saya membuat cah kailan yang sama persis juga cara masaknya dengan masakan ini. Dan katanya kailan juga termasuk ke dalam jenis sawi-sawian.

Sawi adalah sekelompok tumbuhan yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan baik segar maupun diolah. Sawi terdiri dari beberapa jenis yang kadang-kadang mirip satu sama lain.

Di Indonesia penyebutan sawi biasanya mengacu pada sawi hijau atau dikenal juga dengan nama sawi bakso, caisim, atau caisin. Selain sawi hijau terdapat pula sawi putih dengan warna daun yang putih kehijauan.

Jenis lain yang kadang-kadang disebut sebagai sawi hijau adalah sesawi sayur (yang bijinya digunakan untuk membuat mustar), sawi jenis ini kurang dikenal di Indonesia. Lalu  ada kailan dengan daunnya yang tebal dan rasanya yang agak pahit. Lalu ada juga sawi sendok atau pakcoy/bok choy yang bentuknya serupa dengan sawi hijau hanya relatif lebih kecil. (Referensi: wikipedia/sawi)

Jadi saya rasa semua jenis sawi-sawian cocok diolah dengan resep ini 😉

Cah Sawi

Bahan:

  • 1 ikat sawi, potong-potong
  • 250 gram tetelan, rebus hingga empuk

Tetelan adalah bagian daging sapi yang merupakan sisa daging yang melekat pada tulang biasanya berupa campuran daging, urat, lemak dan sebagainya.

  • 100 ml kaldu  (hasil rebusan daging tetelan)
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 2 sdm saus tiram
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdm gula
  • 2 sdm minyak untuk menumis

Cara membuat:

  1. Tumis bawang putih hingga harum
  2. Masukkan daging lalu kaldu, aduk rata
  3. Tambahkan saus tiram, garam dan gula
  4. Masukkan sawi, aduk rata, masak hingga sawi matang dan air agak meniris
  5. Angkat dan sajikan hangat
Lama persiapan: 1 jam
Lama memasak: 10 menit
Untuk 1-2 orang

Share it! 😉

+ There are no comments

Add yours

20 − 4 =