Cara Menggoreng Dendeng Sapi


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dendeng adalah daging yang diawetkan, yaitu berupa daging tanpa lemak yang dipotong tipis dan dibumbui dengan (biasanya) gula merah, bumbu dapur, dan rempah lalu dikeringkan di bawah sinar matahari.

Dulu sewaktu kecil, saya ingat sering memakan dendeng sapi yang berwarna kehitaman, liat dan sulit dikunyah. Saya kira khasnya dendeng memang seperti itu. Sampai saya cukup besar dan paham bagaimana mengolah dendeng untuk disajikan.

Saya kira dendeng yang menghitam dan liat itu dikarenakan cara memasaknya yang salah. Mungkin untuk sebagian orang, memasak daging supaya empuk dan matang haruslah lama. Tetapi ada beberapa bagian daging sapi yang (malah) jika dimasak lama akan menjadi keras dan alot misalnya daging has.

Cara memasak lama inilah yang biasanya juga diaplikasikan pada dendeng sapi. Gula yang terkandung di dalam dendeng yang dipanaskan cenderung akan  mengkaramel sehingga saat diangkat akan dengan cepat membeku dan membuat dendeng terasa alot dan sulit dikunyah.

Selain itu dendeng sapi yang diawetkan juga bertujuan untuk memperlambat pertumbuhan bakteri didalam daging tersebut sehingga dengan pemasakan yang singkat sudah membuat daging aman untuk dinikmati.

Cara yang paling sederhana untuk mengolah dendeng sehingga enak dan empuk adalah dengan memasaknya sesingkat mungkin.

  • Rendam terlebih dahulu potongan dendeng di air matang sekitar 5 menit untuk melunakkan
  • Panaskan minyak
  • Masukan satu per satu dendeng ke dalam minyak yang sudah panas (deep fried)
  • Aduk lalu angkat dendeng
  • Tiriskan
  • Sajikan saat masih panas
Categories

1 comment

Add yours

+ Leave a Comment

5 + 11 =