EnyeEnye


enyeenyeKami menengok keponakan yang baru lahir beberapa waktu yang lalu di Bogor. Adik saya yang baru menjadi ayah ini sementara tinggal bersama mertuanya di daerah Sukamantri, Ciapus, Bogor.

Daerah yang relatif masih terbilang desa ini terasa sejuk karena berada di kaki gunung salak. Bukan hanya masih sejuk oleh banyaknya pepohonan dan hawa dingin pegunungan tetapi juga masih sejuk suasana kekerabatannya.

Seperti di daerah pedesaan lain daerah ini juga masih punya banyak makanan tradisional yang diolah dari hasil kebun sendiri. Syedap!

Kami disuguhi setoples kerupuk yang langsung diserbu oleh Awis kecil yang memang penggemar berat segala jenis kerupuk.

Kerupuk yang terasa gurih dan sedikit pedas ini terasa baru buat kami. Walau saya merasa tidak asing sebenarnya.

Kami menduga kerupuk ini terbuat dari singkong. Karena rasa singkongnya terasa sekali. Dan nyata memang betul, setelah di konfirmasi pada ibu saya, ia mengatakan kerupuk itu namanya enyeenye.

Nama yang aneh, pikir kami geli πŸ˜† Tapi kemudian saya berkata, “Mah, kalo kapan-kapan ke depok, titip ya” :mrgreen:

Enye-enye adalah sejenis makanan ringan seperti kerupuk yang dibuat dari singkong parut, diberi bumbu berupa cabai, bawang putih, dan daun bawang, kemudian dikukus. Hasil pengukusan dipotong-potong laluΒ  dikeringkan. Setelah kering enyeenye mentah digoreng untuk disajikan. (hes)

6 Comments

Add yours

+ Leave a Comment

3 × 5 =