Hari 2 Puasa: Panekuk Saus Mangga dan Cah Daging


Saya sempat bertanya pada Wicak tadi malam, ‘Kenapa sih kalau bulan puasa kok menu harus istimewa?’

Suami saya menggeleng, ‘Ngga ngerti sebenarnya sih biasa sajalah seperti hari-hari biasa’. Saya mengangguk. Tokh, hari biasa pun kadang saya kelimpungan memilih menu apa untuk disajikan saat makan malam.

Hari ini saya coba-coba bikin panekuk dengan sedikit modifikasi. Namanya coba-coba tingkat kegagalannya sebanding dengan keberhasilannya :mrgreen:

Walaupun layak makan, panekuk saya kali ini agak sedikit lembek karena penambahan jus mangga. Ngga terlalu oke menurut saya tetapi untuk pembuka sebelum santap besar lumayan lah 😉

Panekuk (bahasa Belanda: pannenkoek) adalah kue dadar yang dibuat dari terigu, telur ayam, gula dan susu. Bahan-bahan dicampur dengan air membentuk adonan kental yang digoreng di atas wajan datar yang diolesi sedikit minyak. Setelah matang, panekuk bisa dihidangkan sewaktu masih hangat atau setelah dingin. Kue ini dimakan dengan tambahan mentega dan sirup mapel, selai, atau madu. (Wikipedia)

Panekuk Sirup Manggapancake-mangga

Bahan kulit:

  • 2 cangkir tepung terigu
  • 3 sdt baking soda
  • 1 sdm gula pasir
  • 2 butir telur
  • 1/2 cangkir susu segar
  • 1 cangkir jus mangga
  • 2 sdm mentega cair

Bahan saus:

  • 300 ml jus mangga (daging buah mangga yang dijus dengan air matang)
  • 3 sdm gula pasir
  • 2 sdt maizena
  • 1/4 cangkir air matang
  • potongan-potongan mangga

Cara membuat:

Kulit:

  1. Campurkan tepung terigu, baking soda, dan gula pasir, aduk rata
  2. Tambahkan susu, telur, dan jus mangga, aduk rata
  3. Masukkan mentega cair, aduk rata
  4. Panaskan wajan anti lengket, olesi wajan dengan sedikit saja minyak sayur
  5. Masak adonan tipis hingga matang

Saus:

  1. Panaskan jus mangga dan gula pasir hingga mendidih
  2. Masukkan maizena yang sudah dilarutkan dengan 1/4 cangkir air matang, aduk rata hingga saus mengental
  3. Matikan api
  4. Masukkan potongan mangga, aduk rata
  5. Angkat dan dinginkan sebelum disajikan

Hari ini saya tidak banyak menyiapkan hidangan untuk makan malam.

  • Nasi putih
  • Cah Daging dengan Pakcoy
  • Sup Tahu
  • Kerupuk udang

Sawi sendok (pakcoy atau bok choy) merupakan jenis sayuran daun kerabat sawi yang mulai dikenal pula dalam dunia boga Indonesia. (Wikipedia)

cah-dagingCah Daging dengan Pakcoy

Bahan:

  • 3 buah pak coy, potong ujung batang, cuci bersih
  • 100 gr daging rebus yang sudah diris tipis
  • 1/2 cangkir air kaldu
  • 1 buah bawang bombay
  • 1 buah bawang putih
  • 2 sdm minyak wijen
  • 2 sdm minyak sayur
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir

Cara membuat:

  1. Tumis bawang bombay dan bawang putih dengan minyak sayur hingga harum
  2. Masukkan daging rebus, minyak wijen, garam dan gula, aduk rata
  3. Masukkan pak coy, masak hingga sayur matang tapi tidak lembek (masih renyah saat dikunyah)
  4. Angkat dan sajikan

Besok hari ketiga, masak apa ya? Hmm …

0 Comments

Add yours
  1. 7
    hes

    @meiy: senang dikunjungi lagi 😉 salam kenal juga. selamat berbuka puasa nanti ya, semoga resepnya cocok dengan selera mba meiy dan keluarga :mrgreen:

+ Leave a Comment

one × 4 =