Kecolongan lagi..


hesavatar1.jpgBeberapa merek makanan dan minuman yang sudah punya nama harus kesandung kasus zat berbahaya karena tidak teliti setelah membeli. Sayang ya..

Sempat menggenggam ilmu teknologi pangan –  walau sekarang menjadi agak kabur karena ilmunya jarang direalisasikan- membuat saya bertanya-tanya bagaimana quality assurance yang diterapkan di pabrik mereka.

Quality assurance tersebut haruslah meliputi mutu dan keamanan produk yang dihasilkan.

Saya memang pelupa dan saya melupakan sebagian besar (benar-benar besar hehe) pelajaran di kampus dulu. Tapi sebagai masyarakat awam, saya punya pertanyaan yang mungkin agak naif ‘apa hasil akhir produk yang mereka buat tidak di uji terlebih dahulu sebelum di pasarkan?’

Tentu saja mereka pasti menguji terlebih dahulu produk yang akan dipasarkan. Mereka juga pastinya menguji bahan-bahan pendukung produk yang berasal dari supplier.

Tetapi tentu saja mereka tidak menguji satu demi satu. Pengujian biasanya dengan menggunakan teknik sampling per batch setiap kali bahan datang. Mereka juga tentunya hati-hati dengan penyimpanan dan urusan FIFO (first in first out).

Pengujian bahan biasany meliputi uji mikrobiologis, uji organoleptik, uji kimia, uji fisik, dan mungkin beberapa uji lain yang saya ngga paham.

Sayangnya mungkin uji melamin tidak termasuk didalam tahapan pengujian mutu dan keamanan bahan mentah (atau produk), sehingga munculah kasus susu dari cina ini.

Lalu apa lagi yang harus di uji karena semakin lama kayanya semakin banyak bahan-bahan berbahaya menjadi makanan kita sehari-hari. Sigh!

Semoga pabrik-pabrik yang memproduksi makanan dan minuman lebih teliti lagi sebelum dan setelah membeli. Karena kita sebagai konsumen hanya bisa membaca, membeli dan mencicip  :p

Untungnya biskuit Oreo tidak bermasalah jadi masih bisa diputar, dijilat, dicelupin! Nyam..

0 Comments

Add yours

+ Leave a Comment

twelve + 19 =