Kedelai Rebus


Ibu saya menyajikan kedelai rebus untuk cemilan di hari lamaran adik saya yang paling kecil. Anak-anak saya yang jarang menikmati makanan-makanan seperti ini ternyata langsung jadi penggemar.

Ibu saya masih tinggal di daerah pedesaan di tengah sawah dengan pemandangan gunung salak di pagi hari. Setiap berkunjung ke Bogor memang selalu ada makanan khas pedesaan yang ditawarkan. Manisan kolang-kaling, enye-enye singkong, dan tentu saja rangginang.

Bukan makanan langka memang tapi saya memang jarang menemui makanan-makanan tersebut di tempat saya tinggal. Tidak hanya itu saja saya terkadang memang sengaja untuk tidak mencari dan atau membuatnya sehingga makanan-makanan tersebut tetap menjadi ‘makanan khas di tempat nenek’ bagi anak-anak saya.

Beberapa hari yang lalu saya menemukan kedelai mentah yang masih terbungkus kulit ini di pasar. Tentu saja saya langsung teringat anak perempuan saya yang duduk tenang di atas karpet sambil makan kacang kedelai rebus ini sewaktu acara lamaran tersebut 😀

Kedelai (kadang-kadang ditambah kata kacang di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe.

Kedelai dikenal dengan berbagai nama: sojaboom, soja, soja bohne, soybean, kedele, kacang ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun, dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning (aceh) dan gadelei.

id.wikipedia/kedelai

Kedelai dipanen saat daun mulai berwarna kuning dan gugur tetapi bukan karena hama atau penyakit sementara buah berubah dari warna hijau menjadi kekuningan dan retak. Polong-polongan didalamnya juga sudah tampak tua. Untuk proses selanjutnya biasanya biji/polong dikumpulkan dan dikeringkan. Biji kedelai inilah yang menjadi bahan pokok produk pangan lain seperti tempe, tahu dan kecap.

Kedelai yang masih muda juga dapat dikonsumsi. Polongnya masih lunak dan kulitnya masih berwarna hijau. Cara pemasakannya mudah saja hanya dengan merebus kedelai hingga kulit yang hijaun berubah warna agak kecoklatan.

Yang unik adalah cara makannya, anak perempuan saya mengajari saya. “Ditekan saja seperti ini, mam. And puf bijinya loncat. Terus dimakan deh!” :mrgreen:

2 Comments

Add yours
  1. 1
    trie

    Mba Hes,

    Dah lama aku gak nemuin kacang kedele muda, biasanya kalo ada aku langsung beli. Bener kata mb Hes, enak banget, apalagi kalo sore-sore, sambil ditemani teh/kopi hangat + hujan….. ih senengnya

+ Leave a Comment