Sushi di Hari Ulang Tahun


Empat hari yang saya ulang tahun. Setelah sarapan kejutan lezat yang disajikan Wicak pada pagi harinya seharusnya saya tak menginginkan hal lain 😳 …

Tapi sudah agak lama saya ingin mencicipi sushi (lagi). Membayangkan wasabinya yang ‘menusuk hidung’ dan rasa masam nasi ketan dan kenyalnya sashimi sangat sangat menggoda saya untuk menikmatinya lagi. Dan saya katakan itu pada Wicak. Suami saya itu mengiyakan. Yipii ..

Tadinya kami berencana untuk makan sushi di Ichiban Sushi di Margo City yang dekat saja. Tetapi ternyata Margonda macet luar biasa -kata bapak mertua yang kebetulan menelepon dan mengabarkan bahwa ia sedang terjebak macet di sana.

Pikir-pikir akhirnya Wicak mengusulkan untuk bepergian ke Pacific Place dan mencari tempat makan sushi di sana. Oke! Kata saya bersemangat karena belum pernah ke mall yang sempat ramai diberitakan ini.

Berharap anak-anak -yang sering mabuk darat- tak mabuk saat naik taxi, kami akhirnya menuju mall besar di kawasan Sudirman Central Business District ini.

Terus terang saja saya jarang berjalan-jalan di Jakarta.  Jadi melihat kota ini saat malam hari apalagi tempat baru yang belum pernah saya kunjungi lengkap dengan lampu-lampunya membuat saya takjub.

Norak? Iya saya memang agak norak 😆

Pa, aku suka melihat Jakarta pada malam hari. Terlihat megah. Begini saja aku takjub banget apalagi aku melihat San Fransisco ya. Mungkin aku akan lebih-lebih takjub. Seperti melihat diri sendiri dalam film-film yang biasa aku tonton‘, kataku pada Wicak yang pada hari sebelumnya baru saja pulang dari San Fransisco.

Kalau tidak kepingin makan sushi pasti bingung memilih mau makan apa karena restoran-restoran yang ada di Pasific Place menawarkan banyak pilihan hidangan yang menarik salah satunya Din Tai Fung dengan dumplingnya yang luar biasa syedap. Woaa, pikir saya kalau tidak menemukan restoran sushi saya mau mencoba lagi gurihnya sup di dalam dimsum di restoran tersebut.

Setelah pilahpilih putarputar kami memutuskan untuk makan di Resto Kiyadon yang terletak di lantai lima. Sushi bar-nya yang pertama kali menarik perhatian kami.  Sapaan para pelayannya ramah menyambut kami.

Inginnya sih duduk di bar melihat sushi-sushi yang berwarna-warni seliweran di depan kami. Tapi dengan dua balita yang tak bisa duduk manis di kursi makannya kayaknya tidak mungkin duduk tenang menikmati sushi di bar. Jadi kami mesushi_kiyadon3milih tempat duduk untuk dua orang.

Tempat duduknya sendiri sangat nyaman semi sofa (sofa tapi bukan sofa) dengan kayu untuk pegangan tangannya. Bantalannya lembut dan empuk. Sebenarnya satu kursi cukup luas untuk duduk dua orang: satu orang dewasa yang sangat-sangat ramping dan seorang anak kecil ;p

Lampu gantung cukup dekat dengan meja menerangi alas makan yang berwarna hitam. Cahaya kuning dari lampu membuat suasana temaram -yang kalau datang berduaan- jadi romantis 😉

Tapi kami datang bersama bimbul! Awis kecil duduk manis di kursi bayi yang disediakan dan Salma duduk di samping saya ikut melihat-lihat menu sambil bertanya, ‘Mama mau yang mana? Papa mau yang mana? Ade mau yang mana?’ sembari menunjuk gambar-gambar di menu.

Tapi itu hanya berlangsung lima menit saja. Karena kemudian Awis berontak ingin keluar dari kursinya dan Salma mulai melompat-lompat di kursi yang empuk. Saat pesanan kami datang mereka masih saja bergerak-gerak tak mau disuruh duduk.

Hidangan yang disajikan tertata dengan sangat menarik dalam wadah dan tampilan yang cantik.sushi_kiyadon4 Sungguh mengguggah selera kami tapi ternyata tak menggunggah selera Awis dan Salma untuk duduk  dan menikmati makanan.

Awis yang senang melihat makanan berwarna-warni  bermaksud mengambil apa saja yang ada di hadapannya hinggaa semangkuk sup miso tumpah menggenangi meja, membasahi kursi yang bagus, dan mengotori lantai 😥 Ya hampuun ..

Hidangannya bukan hanya tampak menarik tapi juga lumayan enak. Suasananya juga menyenangkan. Tetapi kami agak kerepotan  membuat Bimbul duduk tenang. Sehingga kami tak bisa bersantai menikmati makan malam.

Pelajaran: Jangan bawa balita bila hendak makan di tempat makan yang mahal :mrgreen:

Bersambung ..

7 Comments

Add yours

+ Leave a Comment

19 − 3 =