Lele Lela Bogor


Ada alasan mengapa saya selalu memesan pecel ayam jika mampir ke tenda pecel lele. Saya tak suka lele adalah alasan pertama, alasan kedua adalah lele ukurannya kecil kalau dibandingkan ayam :mrgreen:

Beberapa waktu yang lalu setelah menengok keponakan baru di Bogor dan mampir sebentar di rumah orang tua saya, kami menuju Taman Topi untuk bertemu teman.

Sembari berkendara menuju Depok, ia bertanya apakah kami sudah makan siang. Sebenarnya jam makan siang sudah lewat beberapa waktu yang lalu tapi kami memang belum makan dan lapar.

Ia merekomendasikan tempat makan (agak) baru di jalan sudirman, Bogor, yang memiliki logo mirip dengan logo kedai kopi terkenal Amerika. Tetapi tentu saja tempat makan ini bukan kedai kopi karena bukan putri duyung yang ada di logo lingkaran putih dengan dasar hijau tersebut melainkan seekor lele yang memegang sendok dan garpu.

leleasamanisYup! Lele Lela, tempat makan tersebut, memang menawarkan hidangan dari lele. Saya yang tak suka lele berharap ada hidangan lain yang ditawarkan dalam menu.

Terdapat beberapa tawaran menu lele di daftar menu selain itu hanya ada ayam, tempe, dan tahu. Walau tak suka pada ikan berbadan licin ini tetapi menunya cukup mengggoda. Sebut saja lele goreng tepung, lele saos padang, lele asam manis, lele saus mentega, lele filet, dan lele goreng original.

Wah, saya bingung (antara bertahan untuk memesan menu ayam atau mencoba menu lele yang dimasak dengan saus spesial?). Tapi tantangan mencicipi makanan baru terlalu menggoda dan toh akhirnya saya luluh oleh lele asam manis yang saya pesan. Uuuh ..

lelegorengtepungLelenya berukuran sedang (agak besar) sehingga saya senang karena berharap ada lebih banyak daging di dalamnya. Lele gorengnya terasa garing di luar dan lembut di dalam, dengan saus asam manisnya yang sedap, saya kalah telak dan mengakui keunggulan si lele. Nyam..

Wicak memesan lele goreng tepung. Lele berbalut tepung dan digoreng ini lumayan besar dan. Ditata dalam wadah bambu lengkap dengan lalab dan sambal. Tentu saja saya mencolek sedikit dan menjumput remahan tepungnya untuk mencicipi. Haih, yang ini juga enak..

lelementegaTeman kami memesan lele saus mentega dan lele saus padang – tentu saja kami sungkan minta secolek untuk mencicipi- yang tampak lezat juga 😉

Sebelum pulang, dengan alasan untuk buah tangan untuk bapak dan ibu di rumah, saya memesan 4 porsi lele. Alasan yang sebenarnya sih karena saya masih penasaran dengan lele saos padang yang saosnya terlihat begitu merah menyala. Saya memesan 2 buah lele goreng tepung dan 2 porsi lele filet saos padang. Lele fillet dapat dipesan dengan saus yang berbeda.

Malamnya, kami makan malam dengan lele filet saos padang tersebut. Tidak seperti saos padang di tempat makan seafood, saos padang pada lele ini begitu berminyak dan luar biasa pedas.

lelefiletWalau tajam menusuk-nusuk tetapi rasa gurih pada saus ini membuat kami ngga bisa (atau ngga kepengen) berhenti menikmatinya. Setelah itu tentu saja harus menenggak dua gelas air putih dengan wajah merah kepedasan 😆

Harga di Lele Lela menurut saya lumayan murah apalagi dengan kualitas makanan yang disajikan. Per porsi menu lele dihargai Rp. 12.000 saja. Kalau keberatan dengan harga tersebut, Lele Lela bahkan memperbolehkan Anda makan gratis* tentu saja dengan syarat Anda bernama Lela dan sedang berulang tahun :mrgreen:

Lele Lela Bogor
Jl. Jendral Sudirman
Bogor

0 Comments

Add yours

+ Leave a Comment

11 − 7 =