Masak apa ya?


Mahesavatarsak apa ya hari ini?’ Seperti biasa saya memulai pagi dengan pertanyaan yang sama setiap hari.

Biasanya saya memang tidak punya rencana memasak sesuatu untuk esok hari karena menu yang akan saya sajikan setiap malam biasanya tergantung sayur dan bahan lain yang ada di tukang sayur.

Jadi ide harus dipaksa datang bersamaan dengan keberadaan tukang sayur yang lewat.

Tukang sayur yang lewat di depan rumah ada tiga orang. Seorang mpok yang mendorong gerobaknya yang hampir kosong. Otomatis tak banyak pilihan. Seorang abang yang biasanya menimbun gerobaknya dengan hanya beberapa macam bahan segar saja. Otomatis tak banyak pilihan. Dan seorang bapak yang menjual hanya bahan-bahan kering dan secuil bahan segar. Otomatis tak banyak pilihan.

Jadi memesan suatu jenis sayuran atau ikan dan daging adalah hal yang lumrah. Hal yang lumrah juga jika kita kekurangan uang saat belanja hari ini dan menjadi hutang untuk dibayar esok harinya (atau kalau lupa minggu depannya). Para tukang sayur itu hanya mengandalkan kepercayaan dan harap-harap cemas semoga besok kita belum pindah rumah 😆

Menjadi kreatif di dapur sebenarnya tak sulit hanya masalah kebiasaan dan keinginan. Karena saya percaya: Semua orang bisa memasak 😉

27 Comments

Add yours
  1. 2
    hes

    @anny: ga kosong kosong amat sih teh. kadang ada 2 ikat daun bawang dan dua bungkus sayur sop. tukang sayurnya dimasak? kayanya sama sekali ga gurih 😆

  2. 7
    hes

    @boeding: cok itu apa mas hadi? :mrgreen:
    @aribicara: mungkin bisa. mau pedas atau sedang? 😆
    @widdy: alhamdulillah, baik widdy, pa kabar juga? 🙂

  3. 8
    Rian

    salah satu kelebihan wanita adalah… selalu memikirkan makanan apa yg mesti sajikan utk keluarga setiap hari. Maju terus wanita Indonesia

  4. 9
    Erfano Nalakiano

    Kalau aku biasanya kalau mau beli sayur langsung ke pasar.
    Murah-murah euy!
    Terus belanja sayur, masak deh….
    Biasanya, aku akan masuk tumis buncis tahu zaitun, lauknya telur dadar penuh gaya, lalapan hijau, Buah-buahan….dll!
    Hemmm…rasanya….lezaat!
    Biasanya aku juga masak sop tahu rendah kalori.
    Sayur rebus kuah kacang,…..

    atau kalo sarapan pagi2, aku masak Mie Senang Rasanya!
    Mie drebus terus dikasih campuran cetsin, ditumis dengan minyak zaitun! cetsinnya tidak terlalu matang dimasaknya…Memakannya pun saat mendampingi anak-anak jadi Senang Rasanya…
    Tidak lupa bumbunya, bawang bombay dan bawang putih. Gula dan garam secukupnya, tidak diperkenankan menggunakan MSg! tambahin kecap…..

    Hemm…rasanya!!!uenak loh….
    (duh kok aku jadi promosi sih…punten…punten…./.punten…..)
    🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

  5. 15
    umikartikawati

    kata orang: kalo masaknya dengan cinta walaupun bukan koki hebat juga enak rasanya. makanya saya jd malas belajar masak, masak sebisanya aja hehehehe 🙂

  6. 18
    Erfano Nalakiano

    Resepnya gimana ya mbak! sebenarnya ini resep rahasia, ha….ha…
    karena sekarang2 lagi padat jadwalnya (cieh kaya artis aja), jadi belum sempat untuk memasak lagi! tapi saat ramadhan harus masak. Sekalian ngirit maklum mau lebaran!

    resepnya nanti dibuatin he…he… 🙂

  7. 21
    'dee

    Hes…
    aku tersenyum melihat bagian yang ini:

    ” Hal yang lumrah juga jika kita kekurangan uang saat belanja hari ini dan menjadi hutang untuk dibayar esok harinya (atau kalau lupa minggu depannya). Para tukang sayur itu hanya mengandalkan kepercayaan dan harap-harap cemas semoga besok kita belum pindah rumah 😆 ”

    d.~

  8. 25
    bundadaffa

    yang palinh sebel itu,kalo udh capek2 masak…..tapi selera makan org2 di rumah menguap alias ilang,hiks hiks…………:(

  9. 26
    hes

    @bundadaffa: .. atau suami tiba-tiba sudah makan di luar karena ada acara tapi ngga bilang-bilang! kalo bilang kan jadi bisa minta oleh-oleh 😆 hahahaha ..

  10. 27
    Noelia

    Very nice post. I simply stumbled upon your weblog and wishe tto
    mention that I’ve truly enjoyed browsing your blog posts.
    In any case I’ll be subscribing in your feed and I’m hoping you writfe once more very soon!

+ Leave a Comment