Membaca Resep


Beberapa teman mengaku tidak dapat membaca resep. Beberapa teman yang lain heran sewaktu mengetahui hal ini karena kata mereka, “Kan tinggal diikuti saja langkah-langkahnya, mba?”

Sama halnya seperti salah seorang teman saya yang tidak dapat membaca komik. Ia tidak dapat menentukan urutan gelembung ke gelembung percakapan yang ada di panel-panel dalam komik tersebut. Sementara teman saya yang lain bisa tertawa terbahak-bahak membaca komik Gong yang bercerita tentang dinosaurus kecil. Komik itu hanya berisi panel-panel gambar.. tanpa tulisan sama sekali.

Memasak dan membaca komik memang tak ada hubungannya walau bisa dilakukan dalam satu waktu Tentu saja bukan suatu kelemahan dengan tidak bisa membaca komik atau membaca resep. Saya sendiri tidak bisa membaca buku yang  tebal seperti textbook yang penuh dengan bahasa yang teknis. Ngga mengerti dan akhirnya pasti mengantuk.

Saya sih melihatnya hanya masalah kesukaan, masalah selera, masalah ketertarikan. Ada yang tertarik, ada yang tidak. Wajar saja. Teman-teman yang bisa membaca resep tersebut biasanya memang pernah memasak walau tidak semuanya suka melakukan kegiatan itu.

Tetapi tidak bisa membaca resep tentu saja bukan berarti tidak bisa memasak. Saya sih masih berpendapat semua orang bisa memasak tapi tentu saja kembali lagi ke masalah ketertarikan: suka apa tidak 😉

Ada dua pilihan untuk saya setiap kali memasak dengan menggunakan resep. Pilihan yang pertama adalah mengikuti seluruh resep, dalam arti mulai dari takaran hingga ke langkah-langkah cara pembuatan. Ini saya lakukan saat membuat kue atau roti.

Yang kedua adalah yang paling sering saya lakukan, membaca isi resep sekilas lalu mempraktekkannya dengan mengandalkan ingatan. Hal ini bisa dilakukan saat menyiapkan lauk pauk untuk hidangan pendamping nasi.

Biasanya saya membaca resep sekilas saja mencari tahu bahan-bahan apa yang sekiranya diperlukan. Lalu saat memasak saya bisa saja mengikuti resep tersebut atau sering kali memodifikasinya sesuai persediaan bahan dan tentu saja selera keluarga.

Mengikuti langkah demi langkah dalam memasak atau membuat kue memang tidak menjamin masakan atau kue berhasil kita buat. Adakalannya bumbu dalam masakan tidak cocok untuk kita atau kue yang kita panggang tidak mengembang. Sehingga memang diperlukan kreativitas dan kesabaran dalam melakukan kegiatan di dapur. Oia tentu saja ditambah –seperti kebanyakan orang bilang: hati yang senang 😉

Lanjutan: Membaca Resep (lanjutan)

3 Comments

Add yours
  1. 3
    ossyogi

    kalo saya sampai saat ini cuma mampu ngikutin resep kue aja teh, catet bahannya, baca sekilas caranya, pikirin teknik tergampangnya, baru ngacak2 dapur, he

+ Leave a Comment

15 − 1 =