Mie sayur dari Serambi Botani


halo, apa kabar?

Sekitar dua minggu yang lalu saya menengok adik saya yang masuk rumah sakit karena demam berdarah. Sudah lama juga tak berkunjung ke Bogor sehingga banyak tempat baru yang tak pernah sempat kami datangi.

Bingung mencari tempat makan di kota kelahiran saya ini, akhirnya kami memutuskan untuk singgah dan mencari makanan yang enak di Botani Square. Mall paling besar di kota hujan ini berkonsep pusat perbelanjaan yang peduli dan ramah lingkungan. Dengan tema botani yang diusungnya halaman mall ini memang agak rimbun dengan berbagai tanaman yang dipamerkan di area parkir. “Pameran Flora Fauna” tertulis di pintu masuk area tersebut.

Kami masuk dari lobi utama. Wicak, yang lebih cermat mengamati daripada saya yang cuek, berjalan menuju sebuah toko. Serambi Botani tertulis sebagai nama tokonya dengan logo IPB besar di dindingnya. Ada perasaan tergelitik merasa sebagai alumni perguruan tinggi tersebut (cieh) untuk melongok sebentar di toko yang memang tampak menarik tersebut.

miesayur1Woaah, rak yang saya tuju pertama kali tentu saja rak yang sarat dengan mie-mie yang berwarna-warni :mrgreen: Saya bertanya pada Wicak, tertarik tidak membeli mie-mie ini. “Boleh,” katanya.

Saya memilih mie sawi organik yang berwarna hijau dan mie tomat yang berwarna kuning agak kemerahan. Selebihnya kami membeli sabun sereh, sebuah pewangi ruangan beraroma sereh, juga garam mandi aromaterapi untuk merendam kaki. Saya lupa berapa harga per itemnya tetapi total belanjaan saya sekitar 50ribu rupiah.

Kami akhirnya makan di sapo oriental mencicipi menu bebeknya. Seperti biasa anak-anak saya tidak bisa diam. Berlarian kian kemari sambil menarik-narik saya. Balita memang tidak didesain untuk duduk manis di depan meja sembari menghabiskan makanannya mungkin ya? 😕 Hehe ..

Tidak berapa lama mba dee rumahkayu datang. Kami memang ada janji untuk bertemu kebetulan saya ke Bogor. Tetapi sama seperti saat teh ani yang mampir ke rumah beberapa waktu lalu, bertemu dengan mba dee kami tak dapat mengobrol banyak juga karena keriweuhan dengan anak-anak yang ribut.

Mie sayur ini kami masak sepulangnya dari Bogor. Mienya memang tidak seenak mie instan dengan merek terkenal seperti Indomie tetapi dengan ‘janji’ bebas bahan pengawet, bebas bahan pengenyal dan bebas bahan pewarna –yang mungkin maksudnya bahan-bahan kimia- memang cukup menarik untuk dicoba.

Pada saran penyajian dianjurkan untuk merebus mie sekitar 5-7 menit. Saya yang tak terbiasa dengan takaran waktu jadi kurang memperhatikan. Mie saya jadi masih agak keras sehingga masih terasa rasa tepung yang kurang matang. Tetapi rasa bumbunya lumayan enak jadi agak meredam rasa mie yang kurang matang tersebut.

Bumbunya terdiri dari bubuk kaldu sapi dan bubuk cabai. Rasa cabainya memang terasa lebih menggigit dibandingkan dengan bubuk cabai dalam mie instan bermerek. Bubuk kaldunya sendiri terasa gurih tapi tak berlebihan.

Untuk alternatif mengkonsumsi mie cara sehat, mie sayur dari Serambi Botani ini okelah 😉

8 Comments

Add yours
  1. 2
    hes

    @kw: iya. belum coba tapi itu mie merah. mie item pernah. lucu juga kalo semua digabung dalam satu piring ya? 😉 apa kabar mas kw?

  2. 3
    Siti Fatimah Ahmad

    Assalaamu’alaikum Mbak HES

    Senang dapat bersua lagi dan enak sekali mi sayurnya. Saya nggak pernah rasa. Tampak menyelerakan.

    Walau engkau wanita, tetap ku hadiahkan AWARD ini buat mu untuk kau hargai sahabatmu yang bergelar bapa di Indonesia.

    Dengan hormat dan takzimnya, saya berharap sahabat sudi menerima AWARD PERKASA – KAU ADALAH YANG TERBAIK, sempena sambutan HARI BAPA di Malaysia pada 20 Jun 2010. Ia sebagai menghargai persahabatan dalam perkongsian ilmu di ruang maya dan mengenangi jasa para bapa dalam memperjuangkan kehidupan yang harmoni untuk kebahagiaan keluarganya.

    http://websitifatimah.wordpress.com/2010/06/21/20-jun-2010-selamat-hari-bapa-untukmu-malaysia-dan-indonesia/

    Salam mesra dari saya.

  3. 4
    hes

    @siti fatimah: terima kasih kunjungan dan awardnya, bunda siti. saya rasa award ini lebih cocok dipersembahkan untuk suamiku saja ya 😀

  4. 6
    kar33nar3sh

    sebetulnya kedatangan saya adalah untuk memberikan Award pada mbak Hes, terusan dari Bunda Siti Fatimah Ahmad dari Malaysia. tapi ternyata si pemberi Award juga sudah menyampaikannya langsung dari Malaysia…ya sudah…aku nyicipin mienya aja ya…

+ Leave a Comment

five × three =