New DapurMasak, Scrapbooking Your Recipe


Beberapa hari yang lalu Dapurmasak resmi berganti tampilan. Bukan hanya halaman depan tetapi halaman menyusun resep, recook dan hampir semuanya. Bukan hanya tampilannya yang berubah tetapi ada banyak hal yang diperbaharui di New Dapurmasak ini 😀

Apa sih Dapurmasak?

Logo Dapur Masak Square

Pada tahun 2011, Didik Wicaksono salah seorang Co Founder dari Dapurmasak.com mencari foodbloger di milis salah satu komunitas blogger di Depok, saya yang (merasa) foodblogger langsung mendaftarkan diri.

Well, jujur saja saya tidak tahu mendaftar untuk apa. Dugaan saya waktu itu adalah untuk mereview produk atau situs kuliner tertentu. Kebetulan saat itu saya lagi hobi menulis review jadi tentu saja ada tawaran seperti itu sangat-sangat menarik.

Itu pemikiran saya looh haha ternyata salah. Agak lama sejak saya mendaftarkan diri dan saya sudah melupakan soal itu, saya menerima email dari Didik. Isinya, “Mba tenyata istrinya mas Wicak ya?” Hahaha.

Ternyata Didik teman eh eks teman kantor suami saya dan sepertinya Didik tahu dari blog Masukdapur ini karena saat itu halaman depan memang menampilkan foto suami saya sebagai kontributornya. Untuk itu, saya harus mengucapkan terima kasih pada Didik karena mempertimbangkan dan melihat langsung blog saya.

Loh jadi panjang ceritanya? Hehe.  Tapi itulah awal mula saya bergabung dengan Dapurmasak.com dengan undangan langsung dari co foundernya. Saat itu sih perasaan saya biasa saja tapi kalau sekarang ditanya,  weeeh bangga man diundang langsung sama co founder perusahaan startup yang cukup diperhitungkan di Indonesia saat ini 😉

Pada tahun 2011, Dapurmasak diperkenalkan sebagai jejaring sosial para pencinta masak memasak. Disini setiap orang berbagi resep dan saling mencoba resep anggotanya. Visi dan misinya adalah menanamkan kembali rasa cinta memasak kepada semua orang.

Dengan hanya beberapa orang anggotanya, rasanya langsung klik dan nyaman di forum ini apalagi semua orang terasa bersahabat. Tidak jumawa, siapa suhu siapa murid. Beberapa anggota yang sedang belajar memasak bahkan menemukan kepercayaan dirinya di Dapurmasak. Semua belajar semua fun.

Lewat forum komentar di resep-resep Dapurmasak saya kemudian mengenal Soegianto Widjaya, sahabat dari Didik yang juga merupakan Co Founder Dapurmasak. Mengenal mas Soetrisno yang saat itu masih tinggal di Jepang. Kemudian banyak berbincang dengan mereka via inbox di Facebook.

Duh saya lupa siapa yang berkata ini pada saya tapi saya ingat pernyataannya, “Dapurmasak adalah buah hati kami, mba”. Waktu itu Didik dan Soegi masih aktif di Sedapur.com. Dapurmasak adalah (saya menangkapnya) wadah mereka menampung idealisme dan ketertarikan mereka di dunia kuliner.

Setelah Dapurmasak memenangkan SparxUp 2012 dan INAICTA 2012 jumlah anggota bertambah dengan dahsyat. Fitur-fitur dikembangkan, event demi event berlangsung meriah. Buah hati dari dua sahabat ini tumbuh besar dan semakin besar.

Dapurmasak VS New Dapurmasak

Dapurmasak pada dasarnya terinspirasi dari sebuah situs memasak di Jepang, Cookpad.com. Dan siapa yang akan menduga kalau ‘sang guru’ sekarang malah menjadi teman yang menggandeng bahkan menyuntikkan dana segar untuk pengembangan ‘muridnya’. Xixi begitu analogi yang saya lihat.

Well, nyatanya si murid bisa tumbuh membesar di atas kakinya sendiri sehingga rasanya tak heran sang guru mulai memperhatikan geliatnya bahkan tertarik menjadi investornya. Hehe jujur saja saya tidak tahu teknisnya karena saya cuma penonton jadi saya lebih suka menganalogikannya di dalam kepala saya seenaknya :p

Lalu apa yang kemudian menjadi beda dengan Dapurmasak di bawah arahan gurunya?

Dari awal misi Dapurmasak adalah ingin membuat masak-memasak menjadi kegiatan yang menyenangkan. Sehingga diusunglah tagline “Dapurmasak, memasak makin menyenangkan”. Sehingga banyak fitur dikembangkan untuk membuat anggotanya makin betah berbagi resep dan atau merecook resep anggota lain.

Tampaknya misi itu masih jadi landasan utama dari Dapurmasak yang baru.

“Kami percaya bahwa memasak itu menyenangkan. Di balik setiap masakan ada sebuah cerita maupun pengalaman untuk disimpan, dibagikan, dan menjadi inspirasi yang berguna bagi orang lain. DapurMasak memiliki misi untuk membuat kegiatan memasak yang seringkali dianggap sebagai kewajiban atau pekerjaan rumah tangga, menjadi sebuah kegiatan yang semakin menyenangkan.” (Tim DM)

Di New Dapurmasak (selanjutnya saya sebut Dapurmasak saja) sebutan jejaring sosial mulai dihilangkan karena tidak lagi menjadi fokus utama. Fokus utama Dapurmasak sekarang adalah menjadi wadah bagi anggotanya dan atau orang-orang yang gemar memasak untuk menyimpan catatan perjalanan dan resep memasak mereka.

Pengertian Recook yang sebelumnya (disepakati bersama) yaitu memasak resep orang lain dengan tambahan variasi sendiri dihilangkan. Karena penambahan variasi, perubahan bahan bahkan perbedaan takaran telah membuat masakan yang ingin di recook menjadi resep yang baru. Recook seperti itu dinamakan terinspirasi 😉

recook

Sehingga memang diharapkan para angotanya yang ingin recook benar-benar mengikuti resep baik dari sisi bahan maupun step by stepnya. Sehingga bisa didapatkan hasil yang sekiranya sama dengan resep. Karena jika tidak sama atau ada yang sedikit saja berubah, hey you’ve created a new recipe, your own recipe!

Membuat resep step by step sesuai resep asli juga saya kira akan membuat kita tahu apa yang benar kita kerjakan atau yang salah kita lakukan. Hal ini membuat kita menjadi belajar mengembangkan seni memasak bebas. Bisa dulu yang sederhana lalu tingkatkan ke level berikutnya. Ilmu yang saya dapat karena sering nonton Anna Olson :p

Nah itu kesalahan yang saya buat selama ini. Yaitu memasak suatu makanan dengan semua ide dan cara saya dan mempostnya sebagai recook dengan dalih bahwa resep tersebut sudah ada di Dapurmasak dan menghargai si empunya resep.

Mindset itu yang ingin dihilangkan di Dapurmasak yang baru. Setiap masakan walaupun nama sama pasti punya keunikannya sendiri. So share it as your own recipe! 

“DapurMasak adalah tempat No. 1 untuk menyimpan resep masakanmu. Kami menyediakan tempat yang nyaman untuk menuliskan resep langkah demi langkah dengan mudah dan rapi. Selain itu, kamu bisa menyimpan dan mengakses resep masakan kapanpun dan di manapun. Kamu juga bisa berbagi inspirasi masak dan melihat pengalaman memasak dari sobat DapurMasak lainnya.”(Tim DM)

Sebenarnya sejak pertemuan pertama saya dengan beberapa anggota dan co founder Dapurmasak secara offline di sebuah rumah makan di Depok, Soegi pernah bertanya, “Punya catatan atau buku yang mencatat resep-resep masakan?”. Punyaa, kami menjawab serentak lalu saya teringat buku hitam besar saya yang berisi guntingan koran dan halaman majalah berisi resep.

Nah, kami ingin Dapurmasak menjadi buku resep itu di dunia maya. Buku resep milik banyak orang yang bisa diakses banyak orang”, lanjut Soegi.  (Note: Mungkin tidak seperti itu bilangnya karena kalau iya betapa hebat ingatan saya. Hehe)

Kesimpulannnya sekarang, Dapurmasak bukanlah buku resep yang berisi bermacam-macam resep. Tetapi Dapurmasak adalah perpustakaan, platform, wadah atau apalah sebutannya dari berbagai buku resep dari banyak orang dengan (mungkin) berbagai masakan yang sama yang memiliki keistimewaan masing-masing pada resepnya.

Seperti kata seorang anggota Dapurmasak, Mba Nani Yusuf berkata, “Kumpulan resep-resep saya yang bisa dilihat oleh anak cucu saya”. 

Pada akhirnya, fitur-fitur sedang dalam proggres pengembangan, ide-ide bermunculan dari  tim hebat di belakang Dapurmasak, tujuannya hanya satu DapurMasak dapat semakin menyebarkan semangat memasak yang menyenangkan untuk keluarga Indonesia yang semakin kaya, semakin sehat, dan pada akhirnya Indonesia yang bahagia.

Let’s scrapbooking our recipe and put in our own kitchen in Dapurmasak. Let’s share the happiness!

IMG_20140630_044544_edit

+ There are no comments

Add yours

two × four =