Obrolan Siang


catatanhesHari ini saya mengobrol banyak dengan ibu-ibu di sekolah anak saya yang paling besar seputar masakan. Sebenarnya sih saya tidak bicara, lebih banyak mendengarkan sambil mengawasi anak laki-laki saya yang sedang bermain.

Ada banyak pelajaran yang saya curi dengar dari obrolan mereka. Saya sih tahu benar bahwa ilmu memasak saya belum seberapa jadi mendengarkan ibu-ibu yang saling berbagi rahasia memasak di dapurnya masing-masing cukup mengasyikan 😉

Mengasyikannya bergaul dengan para stay home mom –yang biasanya pandai memasak, saya jadi terpicu untuk belajar lagi dan lagi soal urusan dapur. Sebenarnya sih agak sedikit malu, dengan pengalaman saya yang (ternyata) tak seberapa dan tak punya tips yang okeh, saya berani-beraninya membuat sebuah blog dan bahkan berkeinginan membukukanya pula 😆 Haha tapi orang boleh punya cita-citakaann ..

Pelajaran yang saya dapatkan hari ini adalah soal memasak nasi kuning, nasi liwet, dan pecak gurame. Pembicaraan sih memang tentang nasi kuning pada awalnya tapi tentu saja seperti dalam obrolan yang seru, topiknya jadi merembet kemana-mana.

Nasi Kuning

Nasi kuning merupakan masakan yang terbuat dari beras yang dimasak bersama dengan kunyit serta santan dan rempah-rempah.Penambahkannya bumbu-bumbu dan santan tersebut membuat nasi kuning memiliki rasa yang gurih. Dalam tradisi Indonesia warna nasi kuning menggambarkan kekayaan, kemakmuran serta moral yang luhur. Oleh sebab itu nasi kuning sering disajikan pada peristiwa syukuran dan peristiwa-peristiwa gembira seperti kelahiran, pernikahan dan tunangan. (id.wikipedia/nasi_kuning)

Ada beberapa cara yang disebutkan ibu-ibu dalam obrolan:

  • Aron godok

Beras diaron (dimasak bersama air) beserta air perasan kunyit, lengkuas, sereh, biji pala, garam, dan santan sampai air meniris dan nasi setengah matang. nasi setengah matang ini lalu dikukus sampai matang.

  • Aron siram

Beras yang sudah dicuci, direndam dalam air yang dicampur dengan air kunyit. Setelah itu beras dikukus setengah matang. Didihkan santan bersama kunyit, lengkuas, sereh, biji pala, dan garam. Nasi yang masih setengah matang direndam dalam santan matang hingga santan diserap oleh nasi lalu kukus lagi sampai matang.

Cara yang kedua katanya akan membuat nasi kuning terasa lebih enak. Ada lagi cara praktis menggunakan rice cooker. Beras yang sudah dicuci dimasukkan ke dalam wadah rice cooker lalu tambahkan santan matang yaitu air santan yang telah direbus bersama kunyit, lengkuas, sereh, biji pala, dan garam. Kemudian tinggal dinyalakan rice cookernya dan tunggu hingga nasi matang.

Jika menggunakan santan mentah saat membuat nasi kuning rice cooker, kata salah seorang ibu, ‘Masih ada butir-butir beras yang kurang masak jadinya’ 🙂

Saya memang tak pandai membuat masakan atau makanan yang membutuhkan keuletan semacam itu. Masakan saya biasanya praktis saja. Kalau pun membuat masakan yang membutuhkan ketekunan dan berhasil maka itu adalah sebuah prestasi untuk saya Yey!

Siang yang seru dan obrolan yang asyik ..

+ There are no comments

Add yours

sixteen − 6 =