Oseng Genjer Tempe Gembus


Wicak mengajukan usul untuk masak tempe gembus untuk lomba posting merah putih di blogdetik kemarin sebagai pelengkap nasi merah dan putih.

Tempe gembus adalah tempe yang terbuat dari dari ampas tahu. Ampas ini terkadang dicampur dengan dedak halus/ampas kelapa segar. Ampas sisa proses penyaringan dan pemerasan digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe gembus. Entah kenapa namanya menjadi tempe gembus bukan tahu gembus :mrgreen: Istilah gembus sendiri menggambarkan keadaan fisik / teksturnya.

Saat sedang mengolahnya saya terpikir untuk menambahkan genjer dalam tumisan tempe gembus tersebut. Kebetulan saya punya seikat daun genjer di dalam kulkas.Saya rasa warna daun genjer akan mempercerah tumisan tempe gembus yang berwarna coklat pudar 😉

Iseng googling dengan kata kunci genjer yang keluar adalah link-link ke youtube lagu genjer-genjer yang dinyanyikan oleh Bing Slamet 😆 Saya baru tahu kalau lagu ini dinyanyikan oleh beliau juga selain oleh almarhumah Lilis Suryani.

Seorang seniman Banyuwangi, Muhammad Arief, konon terinspirasi membuat lagu genjer-genjer saat daerahnya ini kekurang bahan makanan karena pendudukan jepang tahun 1942. Padahal sebelumnya Banyuwangi merupakan daerah yang secara ekonomi berkecukupan.

Karena kekurangan bahan makanan itulah, masyarakat sampai harus mengolah daun genjer di sungai yang sebelumnya oleh mereka dianggap sebagai tanaman pengganggu.

Lagu genjer-genjer ini sempat dilarang diputar karena dianggap sebagai lagu komunis (sejarah lagu genjer-genjer).

Genjer (Limnocharis flava) adalah tanaman terna yang tumbuh di rawa atau kolam berlumpur yang banyak airnya. Selain daunnya, bunga genjer muda juga enak dijadikan masakan. Genjer cocok diolah menjadi tumisan, lalap, pecel, campuran gado-gado atau dibuat sayur bobor.

Sumber: Budiboga

tumisgenjerOseng Genjer Tempe Gembus

Bahan:

  • 1 bungkus tempe gembus, potong dadu
  • 1 ikat genjer, siangi, cuci bersih
  • 3 buah cabai rawit merah, iris tipis
  • 2 buah bawang merah, iris tipis
  • 1 siung bawang putih, iris tipis
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
  • 2 sdm minyak sayur
  • 1 cangkir air matang

Cara membuat:

  1. Tumis bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit merah hingga harus
  2. Masukkan tempe gembus, garam, dan gula, aduk rata
  3. Masukkan air matang, aduk rata, masak hingga air meniris
  4. Masukkan genjer, aduk-aduk hingga genjer layu (jangan terlalu lama supaya genjer tidak terlalu lunak)
  5. Angkat

Rasa bumbunya sih gurih dan pedas. Tempenya sendiri sebenarnya sudah gurih, diipadukan dengan genjer yang berasa kenyal tetapi lezat jadi masakan yang sedap untuk mendampingi nasi putih hangat saat uang belanja menipis 😆

Gudlak!

Mohon dukungannya ya untuk masukdapur di perangblog.

7 Comments

Add yours
  1. 2
    Erfano Nalakiano

    Keduaxx…dulu waktu masih di kampung, aku suka makan genjer dioseng, tapi bukan ibu yang masak (jarang banget), biasanya tetangga yang masak. Kalau kita main, tetangga masak genjer terus berbagi deh… rasanya enak banget! kangen aku sama masakan ini.

    Oh Ya, mbak….Sekolah alam yang di Depok namanya Sekolah Alam Depok.
    Alamatnya Email:
    Nomor Ponsel:
    02198271180
    Lainnya:
    02518604431
    Alamat Sekarang:
    Kp. Bedahan
    Depok, Indonesia
    Situs Web:
    http://www.sekolahalamdepok.com

  2. 4
    ruangsisa

    aku suka tempe gembus tapi tak suka genjer. jika beli gado-gado ada genjernya, pasti tak jadi kumakan. kalau genjer diganti dengan daun hijau lainnya, kira2 daun apa ya mbak? asal jangan seledri. sebab aku juga anti sledri.

    terima kasih. salam kenal dari kami di ruang sisa

+ Leave a Comment

twenty − 7 =