Pasar Baru Depok


Sumber: moussac.co.uk

Kalau ada yang tanya, tempat di Depok yang ingin selalu saya kunjungi maka saya akan menjawab Pasar Baru Depok :p

Saya adalah penggemar pasar tradisional karena selalu ada saja bahan pangan menarik untuk dibeli. Entah itu nostalgia masa kecil atau bahan yang baru pertama kali saya lihat.

Tetapi tidak seperti di pasar tradisonal lain di Bogor misalnya kita akan temukan mi glosor yang hanya ditemukan di pasar-pasar di Bogor. Di Pasar Baru Depok, saya belum pernah menemukan bahan pangan yang khas kota Depok. Eh makanan khas Depok memangnya apa ya?

Oiaa, saya lupa, sekali waktu saya pernah menemukan saus sambal dengan bahan baku belimbing dari produsen lokal. Belimbing adalah buah khas Depok. Tetapi tampaknya tidak berjalan cukup lama, saya tidak pernah menemukannya lagi.

Semua orang pasti akan menemukan tempat yang kemudian sering dikunjungi jika ke pasar. Biasanya karena barang-barang yang dijual cocok, harga yang lebih murah, atau mungkin penjual yang ramah. Saya juga begitu.

Beberapa kios yang sering saya datangi adalah:

  • Kios ikan: Anak-anak saya paling suka melihat ikan yang hidup di wadah-wadah besar. Sementara saya biasanya berlama-lama memilih ikan laut di sebuah kios. Penjualnya seorang ibu yang ditemani suami dan anaknya. Kenapa: Kiosnya yang paling terlihat dari pintu masuk belakang dan juga saya sering mendapat potongan harga :p
  • Kios Daging: Yang paling asyik berbelanja daging di pasar adalah biasanya dagingnya segar dan belum dibekukan. Dan disana juga tersedia tulang. Tulang sapi biasa saya gunakan untuk membuat kaldu. Anak sulung saya juga suka sumsum yang biasanya ada di rongga tulang 😀
  • Kios Ayam: Kios ayam langganan saya terletak di samping pintu masuk area penjual ayam. Di kios ini biasanya saya suka minta fillet dada ayam. Sayangnya tidak seperti di supermarket atau di penjual daging, di pasar tidak ada daging ayam giling. Untuk saya, perbedaan yang paling besar antara daging ayam pasar dan daging ayam supermarket terletak di aroma. Aroma daging ayam di supermarket itu khas daging beku, kurang enak.
  • Kios Sayuran: Banyak kios sayuran yang sering saya datangi. Awalnya saya suka berbelanja di kios sayur seorang ibu yang menjual saus sambal belimbing itu :p Tapi lalu saya pindah ke kios sayuran lain yang penjualnya suami istri karena lebih lengkap.
  • Kios bumbu dapur: Kios-kios bumbu dapur yang terletak di lorong menuju area penjual ayam ini biasanya menjual beberapa bumbu dapur yang ‘langka’. Misalnya gandaria, kecombrang, dan lain-lain.
  • Kios makanan beku: Kios langganan saya membeli bakso dan telur asin terletak tepat di depan tangga dari arah lantai satu.
  • Kios gerabah: Kios ini menjual banyak barang-barang dari keramik dan alat masak tradisional lain. Saya pernah membeli anglo untuk membuat serabi. Kios ini juga menjual bumbu dapur yang biasa digunakan untuk obat-obatan seperti kunyit biang, jahe merah, kencur, dan lain-lain.
  • Kios kue: Kalau yang ini kios kesukaannya anak-anak saya :p Terletak di depan tangga dari lantai basement.

3 Comments

Add yours
  1. 1
    dewi

    Hai hai mbak,
    lagi iseng cari resep kaastengels, ketemunya disini 😀
    Salam kenal ya!
    Sebagai sesama warga depok, jadi penasaran…Pasar Baru Depok itu dimana ya? maklum saya newbie 😀

    • 2
      hes

      Hai mba Dewi. Salam kenal juga 🙂 Pasar baru depok ada di jl. Nusantara raya Depok 1. Dulu hampir seminggu 3-4 kali ke pasar itu, kebetulan rumah dekat tapi sekarang saya sudah pindah ke daerah lain di Depok jadi jauh deh 🙁

+ Leave a Comment