PempekEmak #TastingBoxSedapur

PempekEmak #TastingBoxSedapur


Sebelum menerima Tasting Box beberapa waktu lalu yang salah satu produknya adalah PempekEmak, saya juga pernah membeli PempekEmak di Sedapur.com. Memanfaatkan voucher 20% yang saya dapatkan dari meredeem hasil Cooking Challenge di DapurMasak.com

Tasting Box Sedapur adalah program Sedapur.com untuk memperkenalkan bermacam produk dari menchant-merchant yang telah bergabung bersama Sedapur. Tasting Box ini diberikan gratis dan bisa didapatkan dengan mendaftar di http://bit.ly/TBoxSedapur1.

Pempek identik sebagai  makanan khas Palembang ternyata Bangka juga mempunyai pempek lain yang tidak kalah menariknya. Menikmati pempek khas Bangka jangan harap menemui pempek yang digoreng lalu dinikmati dengan cukonya. Pempek Bangka biasanya disajikan tanpa digoreng (hanya direbus) lalu disantap bersama bumbu tauco.

Well, menikmati PempekEmak Sedapur adalah pengalaman pertama saya menikmati pempek khas Bangka. Saya pernah dengar otak-otak di Bangka disajikan bersama saus tauco tapi Bangka juga punya pempek? .. nah itu saya baru tahu

PempekEmak adalah pempek buatan Ibunda mas Soegianto, Co Founder Sedapur.com. Pempek Udang ini merupakan salah satu makanan khas dari pulau Bangka dimana ibunda dilahirkan. Sebelum PempekEmak hadir di Sedapur, Ibunda mas @Soegia banyak membagikan pempek buatannya hanya kepada kerabat maupun kepada rekan kerja mas @Soegia. Ternyata pempeknya disukai lebih banyak orang, terbukti dari deal PempekEmak beberapa waktu lalu di Sedapur yang mencapai pesanan lebih dari 900 buah pempek

PempekEmak Sedapur bukan hanya menawarkan pempek khas Bangka tetapi juga menawarkan pempek varian baru yang terbuat bukan dari ikan tetapi dari udang. Udang membuat PempekEmak berwarna sedikit jingga. Saran penyajiannya juga cukup mudah hanya dengan mengukus untuk menghangatkan kembali karena pada dasarnya (tampaknya) pempeknya sendiri sudah matang.

Rasa dan Tekstur

Karena saya pernah membeli PempekEmak ini jadi saya punya beberapa kesempatan untuk mencoba PempekEmak dalam beberapa cara penyajian. Cara pertama yang saya lakukan tentu saja mengikuti cara yang disarankan yaitu mengukusnya kemudian saya mencoba saran kedua, mengukusnya lalu menggorengnya.

Sayangnya saya lupa mencoba memanaskannya di microwave padahal cara penyajian tersebut adalah salah satu saran yang tertera di label kemasan PempekEmak Cara ketiga yang saya lakukan adalah mengukusnya lalu memanggangnya di atas pan grill.

Pempek udang ini memang jumbo. Ukuran satu lenjernya lebih besar dibandingkan pempek lenjer khas Palembang yang biasa saya temui. Kekenyalannya juga pas, tidak terlalu keras; dan tidak lembek. Tetapi saya belum bisa menemukan cara untuk meminimalkan lengket yang terasa setelah pempek dipanaskan, walau dengan  beberapa metode pemanasan di atas.

Dari semua cara pemanasan yang saya lakukan, saya paling suka rasa dan tekstur pempek yang hanya dikukus dan yang kedua yang saya panggang sebentar di atas pan grill.  Untuk saya, proses penggorengan  menghilangkan kekhasan pempek ini walau rasanya tetap enak.

Saya juga menyantap pempek ini dengan berbagai cara, menggunakan tangan lalu dicocol, menggunakan garpu lalu dicocol, dimasukan ke dalam bumbu tauco lalu disendok #eh ga penting ya buat dibahas. Hehe.

Kalau soal rasa dan aroma, rasa udangnya memang dominan.  Apalagi jika hanya dikukus.  Buat selera saya, terasa amis jika dimakan berlebihan tanpa bumbunya. Nah soal itu, kalau saya boleh berdiri dan bertepuk tangan, saya dedikasikan tepuk tangan itu pada bumbu tauconya.

Ruar biasa! Semua rasanya pas. Pedasnya, manisnya, asamnya. Sewaktu saya menerima TastingBox dari Sedapur yang pertama saya rasakan adalah bumbunya dan rasanya sama sekali tidak berubah dari paket pesanan saya sebelumnya. Ah, ini mungkin yang dibilang jaminan mutu.

Perpaduan dari pempek udang dan uniknya rasa manis pedas asam bumbu tauco itulah yang membuat saya harus bilang, “Pengalaman menyantap PempekEmak membuat saya ingin ke Bangka!”

3 Comments

Add yours
  1. 2
    rice2gold

    Pulau Bangka pantainya bersih Mb Hes. Kalau pempek bangka belum pernah coba, tapi kalau lempoknya lemak nian 🙂

    Kalau makan pempek palembang asli sih, saya sukanya yang tanpa digoreng.

    #ah buru2 lap iler#

+ Leave a Comment