pizza kotak


Umumnya pizza berbentuk lingkaran tapi lain dengan pizza yang biasa saya buat. Pizza berbentuk persegi panjang ternyata juga digemari oleh keluarga. Saya jadi teringat kisah yang pernah diceritakan suami saya tentang ayam panggang bentuk kotak.

Seorang wanita selalu memotong ayamnya bentuk kotak sebelum dipanggang. Mengapa? Kata wanita itu, ibunya selalu menyajikan ayam panggang bentuk seperti itu, makanya dia mengikuti cara itu. Usut punya usut ternyata ibu wanita tersebut memiliki panggangan kecil yang hanya bisa memuat ukuran loyang tertentu. Kebetulan loyang yang dia miliki berbentuk kotak dan jadilah ayam panggang buatannya mengikuti bentuk loyangnya.

Yah, begitulah inti ceritanya (yang rasanya hampir sebagian besar masyarakat inet pernah mendengar cerita ini). Pesannya lumayan buat dijadikan pelajaran: jangan bikin ayam kotak kalau punya panggangan besar :p

Pizza kotak yang saya buat bukan karena semata-mata tidak ingin ‘mengikuti’ bentuk umum pizza yang sudah ada. Tetapi lebih karena saya cuma punya loyang kotak untuk mencetak roti pizzanya. Yah Tetap kendati bentuknya persegi kita tetap menyebutnya pizza bukan?

Membuat roti pizza itu gampang. Bukan karena sombong atau bagaimana gitu tetapi lebih karena memang gampang kok!

Well, namanya juga dapur a la saya maka saya bebas membuat segala bentuk penganan yang gampang dan murah (kadang kala memasak dengan apa yang ada di dapur bisa ‘tercipta’ resep baru loh! -misalnya, ada tomat ada sosis ada keju ada paprika ada bawang bombay ada terigu. he he he!).

Mungkin para koki profesional yang ahli membuat pizza memiliki rahasia sendiri yang ngga mungkin tersebar (namanya juga rahasia, bukan rahasia yang ‘jangan bilang siapa-siapa ya’ tapi jadi gosip seantero negeri. ups!) tentang cara membuat pizza yang maha enak. Tapi saya (ehm) punya rahasia supaya kita bisa makan pizza (bikinin sendiri) dengan keluarga di rumah. Tanpa harus keluar uang? Ngga juga sih .. !!

pizza toping sosis

Roti

  1. campurkan 250 gr tepung terigu protein tinggi (dipasaran dikenal dengan nama cakra kembar) dengan 1/2 sdt garam, 1/2 sdt gula pasir, 11 gr ragi instan, 2 sdm minyak sayur. aduk rata adonan
  2. uleni dengan menuangkan air sedikit demi sedikit hingga kalis
  3. bentuk menjadi bulatan dan istirahatkan (taruh di wadah dan tutup dengan lap basah) kurang lebih 30 menit

Saus

  1. selama 30 menit itu kita bisa membuat saus (sekali lagi jangan ditinggal karena pasti males lagi masuk dapur!)
  2. blender tomat merah segar hingga halus, sisihkan
  3. cincang 3 siung bawang putih dan 1 buah bawang bombay (kenapa ngga disebut siung juga ya?) lalu tumis hingga harum (harum bawang putih goreng maksudnya)
  4. masukkan ‘jus’ tomat dan 100 gr daging cincang (yang sudah dicuci bersih) aduk
  5. tambahkan garam dan gula secukupnya (di coba aja apa kurang garam apa kurang gula?) -jangan pake penyedap (MSG). berbahaya!-
  6. tambahkan 2 sdm saus tomat botolan
  7. masak hingga mengental (amat sangat kental hingga kira-kira airnya amat sangat sedikit lagi)
  8. matikan api

Ayo menopingi pizza

  1. cetak adonan roti dalam loyang (bentuk terserah ngga ada yang melarang). loyang terlebih dahulu diolesi minyak sayur
  2. isikan kedalam adonan roti dalam loyang tersebut saus tomat masak
  3. tambahkan berbagai macam toping yang kita suka (biasanya sih irisan sosis, paprika, bawang bombay, dan keju parut)
  4. panggang dalam oven panas kurang lebih 45 menit
  5. angkat (kalau sudah matang), sajikan panas

gud lak! kalau sekiranya gagal, tahukan nomor telepon ‘delivery’ pizza terdekat? :p

Categories

+ There are no comments

Add yours

sixteen + fifteen =