Review: Oreo Star, Biskuit Enak Tapi ‘Lengket’


Kadang, kalau sedang in-the-mood, saya jalan kaki dari kantor sampai perempatan Pejaten Village. Olahraga ini lumayan juga (konon, kita harus jalan kaki minimal 10 km per bulan supaya sehat!).

Sisi yang kurang baik, kalau ketemu warung saya suka tergoda untuk berhenti dan mencari cemilan atau minuman dingin. Kalau sudah begitu, teh Botol biasanya jadi sasaran.

Suatu malam, beberapa minggu lalu, saya ‘bertemu’ mahluk baru bernama ‘Oreo Star’.

oreostar1

Penasaran, plus saya memang suka rasa biskuit Oreo (biskuitnya lho, white stuff-nya sih biasa saja), jadilah dua bungkus kemasan kecil Oreo Star ada di genggaman.

  • Bentuk: Setiap keping Oreo Star terdiri dari sekeping biskuit coklat (warna hitam) dengan ceruk berbentuk bintang (sesuai namanya!) di satu sisi. Ceruk itu diisi oleh sugar filling Oreo.
  • Rasa: Dari segi rasa, kesan pertama saya, Oreo Star ini lebih ‘creamy’. Biskuitnya tetap mantap seperti seharusnya, namun entah mengapa sensasi cream filling-nya terasa lebih ‘lembut’ di mulut dibanding Oreo biasa.

oreostar_zoomLengket

Satu hal yang sangat mengganjal dari Oreo Star ini adalah, krim di permukaan biskuit akan menempel pada kemasan. Akibatnya, dari satu pak kecil (isi 3 keping) tak ada satu pun yang krim nya utuh saat dimakan.

Sisa krim di permukaan dalam kemasan pun menimbulkan efek ‘mubazir’ (sehingga saya menggerakkan jemari untuk mencoleknya).

Bahkan di kemasan besar (isi 15), 5 keping paling atas akan selalu mengalami efek yang sama. Melekat di permukaan dalam kemasan.

Oh, what a waste of sugars and creamy goodnes..! :p


WARNING: Bagian berikut ini mungkin agak terlalu teknis, membosankan dan food-geeky. Proceed with caution.

oreostar_bungkusKenapa Lengket?

Bagian putih dari Oreo menggunakan campuran minyak/lemak nabati, gula, susu, protein whey dan lain-lain. Campuran itu memiliki sifat lengket (Lihat: Adhesion) yang cukup baik.

Teorinya, setiap benda cair memiliki sifat/gaya kohesif dan adhesif. Kohesif membuat cairan itu bertahan/bersatu, adhesif membuatnya melekat ke benda lain.

Keseimbangan antara kedua gaya itu salah satu faktor yang akan menentukan apakah ia akan melekat atau tidak saat bertemu permukaan padat. (Lihat: Wettability )

Dalam hal Oreo Star ada dua pertemuan yang terjadi:

  • Antara krim putih dengan biskuit lezat :p
  • Antara krim dengan kemasan (komposit aluminium dan plastik)

Rupanya, gaya adhesif krim putih ke permukaan kemasan lebih besar dibandingkan gaya adhesifnya ke permukaan biskuit. Akibatnya, saat krim putih bertempelan dengan kemasan ia akan cenderung lebih lekat ke kemasan daripada ke biskuitnya.

oreostar_15pakSaran:

  1. Oreo Star tidak bisa dikemas pak kecil karena semua kepingnya akan kehilangan banyak krim. Sungguh mubazir.
  2. Mungkin permukaan krim itu harus dibuat ‘kering’ agar tidak melekat ke kemasan, misalnya dengan ditaburi ‘bubuk’. Tapi saya tidak tahu seberapa besar pengaruhnya pada mutu organoleptik alias citarasa produk itu.

2 Comments

Add yours
  1. 1
    rumahkayu

    hehehe..padahal cara paling ‘asyik’ makan biskuit yg ada creamnya adalah makan dulu biskuitnya, sisain semua creamnya dan cream itu dimakan terpisah belakangan..hahaha.. — sisa kebiasaan masa kecil..save the best for last 🙂 d.-

  2. 2
    hes

    @rumahkayu: aku justru ga suka creamnya. jadi kalo makan biskuit yang ada creamnya suka nungguin awis, dia jilatin creamnya terus biskuitnya dikasih ke aku 😆 hahaha

+ Leave a Comment

four × four =