Rijsttafel


Tadi pagi saya melihat liputan kuliner di acara GoodMorning TransTV. Ada istilah baru yang saya dengar rijsttafel. Langsung saja terbayang wafel atau kue dadar yang empuk dan lembut dengan aneka topping.

Ternyata neng nong bayangan saya salah sama sekali. Ternyata yang dimaksud rijsttafel adalah masakan khas Indonesia yang disajikan sebagai satu kesatuan porsi dalam sekali makan. Wuaduh!

Istilah yang berasal dari bahasa Belanda ini dikenal di Indonesia sejak masa penjajahan dulu.

Rijsttafel biasanya terdiri dari nasi dan sekitar 13 lauk dan atau sayur yang disajikan dalam porsi kecil. Rijsttafel terhidang lengkap mulai dari makanan pembuka, makanan utama, dan makanan penutup.

Kalau rijsttafel dihidangkan sebagai makan malam di rumah, wuaduh, kebayang deh repot masaknya :p

Wicak: Kalo engga salah rijsttafel itu artinya ‘rice table’ alias hidangan untuk dimakan bersama nasi.  

Hes: dari detikfood :p

Rijsttafel atau secara harfiah berarti meja nasi. Nama ini diadopsi dari orang Belanda yang artinya makan besar. Dahulu, konon katanya orang Indonesia umumnya mengambil makanan yang telah ditata diatas meja berupa nasi dan lauk pauk hangat disekelilingnya. Hidangan ini disantap bersamaan namun itu bukan berarti keharusan.

Seiring berjalannya waktu, orang Belanda pemilik perkebunan selalu menambah beberapa jenis masakan untuk memenuhi selera makannya. Dan dari situlah awal sebutan Rijsttafel dipakai sebagai istilah makan besar.

 

+ There are no comments

Add yours

seven − seven =