Seri Roti: Roti


Roti adalah penganan yang enak di makan untuk cemilan atau juga saat lapar. Saya lebih sering membeli roti karena lebih enak dan lebih murah :mrgreen: Tetapi jika ada waktu luang atau tidak malas saya suka membuat roti atau keik sendiri. Aroma roti yang menyebar di dalam rumah dan saat menggigit roti yang hangat adalah kepuasan tersendiri.

Terdapat langkah-langkahyang mempengaruhi hasil akhir dalam pembuatan roti. Pada dasarnya semua adalah teori yang dalam produksi skala besar memang wajib untuk diterapkan sehingga didapatkan hasil akhir yang baik dengan tingkat kegagalan seminim mungkin.

Tetapi untuk konsumsi keluarga semua teori bahan dan teknik adalah hal-hal yang mendukung pembuatan roti yang enak karena bahan yang paling penting adalah kasih sayang 😆 Hahaha

Bahan

Ragi

Saya biasa mengggunakan ragi kering karena ragi kering -dikenal juga dengan ragi instan atau fermipan- lebih mudah dibeli, dapat disimpan dan lebih tahan lama.

Biasanya saya langsung menambahkan pada campuran tepung tetapi ada baiknya juga melarutkan ragi kering ini dalam hangat untuk mengetahui apakah ragi tersebut masih aktif atau tidak.

Larutkan ragi kering 11 gram dalam setengah cangkir air hangat, simpan selama 5 menit di tempat yang hangat. Larutan akan berbuih menandakan ragi masih aktif dan dapat digunakan untuk pembauatn roti. Bila tidak buang dan ulangi lagi.

Tepung

Roti membutuhkan dengan kadar protein yang tinggi untuk mengembang dengan sempurna.

Kata Bapak Prof. DR.Made Astawan, dosen saya di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB -ini saya kutip dari tulisannya:

Penggunaan terigu tipe kuat (baca: mengandung protein tinggi) lebih disukai karena kemampuan gluten (jenis protein pada tepung terigu) yang sangat elastis dan kuat untuk menahan pengembangan adonan akibat terbentuknya gas karbondioksida (CO2) oleh khamir Saccharomyces cereviseae (ragi roti).

Semakin kuat gluten menahan terbentuknya gas CO2, semakin mengembang volume adonan roti. Mengembangnya volume adonan mengakibatkan roti yang telah dioven akan menjadi mekar. Hal ini terjadi karena struktur berongga yang terbentuk di dalam roti.

Teknik

Menguleni

Menguleni adalah gerakan sederhana yang dilakukan seirama selama kurang lebih 5 menit akan menentukan tekstur roti.
Jika adonan sudah tercampur rata dan dapat diangkat. Tekan salah satu ujung adonan dengan tangan dan renggangkan dengan tangan yang lain. Satukan adonan, uleni lagi.  Ulangi hingga adonan kalis.

Kalis adalah kondisi dimana adonan sudah tak melekat lagi ditangan dan atau di wadah.

Pengembangan

Bentuk adonan menyerupai bola simpan di mangkuk/wadah beroles sedikit minyak, tutup dengan plastik beroles minyak atau lap/serbet bertabur tepung.

Simpan di tempat yang agak hangat (kurang lebih 30 derajat celcius) atau paling tidak di suhu ruang sampai mengembang.
Jangan simpan ditempat yang panas untuk mempercepat proses pengembangan karena akan menyebabkan citarasa roti tidak enak dan dapat merusak proses bekerjanya ragi.

Jika berada di tempat dingin mungkin tidak akan mengakibatkan apa-apa pada adonan tetapi proses pengembangannya akan memakan waktu yang lebih lama.

Memukul

Jika adonan sudah mengembang -ditandai dengan besar dua kali dari ukuran semula dan ada lekukan jika ditekan dengan ujung jari- pukul adona dengan kepalan tangan.

Hal ini bertujuan utnuk mengeluarkan udara. Uleni lagi hingga kalis. Adonan siap untuk dibentuk.

Memanggang

Panggang roti dalam oven yang sudah dipanaskan. Waktu pemanggangan dan suhunya disesuaikan berdasarkan jenis roti.

Pada roti yang dipanggang dengan menggunakan cetakan seperti roti tawar cara praktis untuk mengetahui apakah roti sudah matang adalah dengan membalik cetakan/loyang, ketuk-ketuk bagian bawah loyang jika sudah matang makan akan terdengar kosong. Jika belum matang panggang lagi sekitar 5-10 menit.

Penyimpanan

Sajikan roti yang baru selesai dipanggang. Roti hangat yang baru keluar dari oven terasa lebih lezat.

Roti buatan sendiri biasanya tak seawet roti yang diproduksi secara massal karena tak menggunakan bahan pengawet.
Tetapi jika hendak disimpan, bungkus rapat roti dan simpan di lemari es. Roti bisa disajikan kemudian dengan cara dipanggang lagi sebentar.

Sumber: Edisi Bahasa Indonesial Esensial Klasik Roti diterbitkan oleh Penerbit Periplus. Cetakan tahun 2000.
Sumber gambar: allisterlm.files.wordpress

3 Comments

Add yours

+ Leave a Comment

ten + three =