Sambal Dabo-dabo


Dua hari yang lalu saya membuat sambal dabo-dabo. Salah satu sambal warisan almarhumah ibu mertua kegemaran bapak juga kegemaran kami sekeluarga. Disajikan dengan ikan kembung goreng dan nasi panas.

Seharusnya enak dan menyenangkan. Tapi ikan goreng, yang kiranya akan saya suguhkan malam itu untuk suami, habis sesaat sebelum dia pulang. Hanya sambal dabo-dabo yang
tersisa di meja makan dengan sayur kangkung yang sudah menghitam. Sementara untuk membuat makan malam lain saya tidak sempat karena brownies yang saya panggang membutuhkan perhatian saya juga. Belum lagi tamu-tamu yang harus disuguhi teh panas dan lain-lain.

saya merasa sangat kacau ketika menyadari suami makan dengan perasaan kesal karena tak ada lauk yang tersisa. Konsentrasi saya buyar sehingga lupa menambahkan beberapa bahan untuk adonan brownies yang saya buat. Pesanan yang harus saya selesaikan malam ini.

Tapi anywaysambal dabo-dabo di meja makan itu kelihatan sangat segar sehingga saya ingin berbagi cara membuatnya.

Sederhana saja cara saya membuat sambal satu ini. Saya tidak tahu darimana asal daerah sambal ini. Bapak bilang dari Menado tapi saya belum cari tahu apakah memang benar.

POtong tipis-tipis 5 tomat hijau, 5 bawang merah, dan 10 cabe rawit hijau. Campurkan dan aduk rata dalam satu mangkuk. Tambahkan satu sendok makan gula dan garam secukupnya. Peraskan dua irisan jeruk nipis ke dalamnya lalu aduk kembali. Sambal siap disajikan.

gud lak!

tips. Jangan sampai kehabisan ikan untuk menikmatinya 😛

Categories

+ There are no comments

Add yours

four + 11 =