Sambal Kangkung


sambal-kangkung

Hari Jumat yang lalu ayah mertua pulang dari rumah sakit setelah menjalani rawat inap sekitar 2 minggu. Keadaannya memang tidak lebih baik daripada sebelumnya hanya saja tekanan darahnya sudah stabil.

Saya pikir hari Sabtunya kakak-kakak akan datang bersama keluarganya untuk berkumpul dan makan siang bersama tetapi ternyata tidak. Rencananya saya akan memasak cah kangkung dengan bawang putih saja supaya keponakan-keponakan bisa memakannya tetapi karena anak-anak tidak ada yang ikut jadi saya banting rencana, saya akan membuat cah kangkung yang sangat sangat pedas 😯

Sewaktu makan siang anak bungsu saya agak rewel karena mengantuk sehingga saya bilang pada Wicak silahkan saja makan siang duluan dengan kakak-kakak. Setelah semua pulang suami saya bercerita, ‘Mam, mas Agung tanya bumbu untuk sayur kangkungnya pakai apa? Enak katanya’  :mrgreen: Hehe ..

Kenapa sambal kangkung? Saya menggunakan banyak cabai dan tomat dengan sedikit sayur kangkung. Perbandingan ini membuat bumbu masih tersisa saat sayur kangkungnya habis. Bumbu yang tersisa bisa dinikmati sebagai cocolan lauk misalnya tempe, tahu, atau perkedel seperti layaknya sambal.

Sambal Kangkung

Bahan:

  • 1 ikat kangkung, siangi, cuci bersih
  • 8 cabai merah, iris serong
  • 5 cabai rawit hijau, iris kecil
  • 1 buah tomat merah ukuran besar, potong kecil-kecil
  • 3 siung bawang putih, iris halus
  • 1/2 sdm terasi matang
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 5 sdm minyak untuk menumis

Cara membuat:

  1. Tumis cabai merah, cabai rawit, bawang putih, tomat, dan terasi hingga tomat benar-benar layu
  2. Masukkan kangkung, garam dan gula, aduk rata sebentar
  3. Angkat dan sajikan hangat
Untuk 2-3 orang
Lama memasak 10 menit

Gud lak! 😉

8 Comments

Add yours

+ Leave a Comment

14 − 9 =