Sambal Kecombrang


Beberapa bulan ini, saya sedang mencoba menerapkan sistem ‘bawa uang pas ke pasar’ :mrgreen: Terus terang saja, saya selalu tergoda untuk membeli bahan-bahan (atau barang-barang) yang sebenarnya tidak terlalu saya butuhkan.

Seperti waktu saya menyempatkan membeli bunga pepaya padahal tukang beca sudah menunggu untuk mengangkut saya dan anak-anak. Atau seperti ketika saya membeli beberapa keset kain hanya karena saya berhasil menawar dari 45.000 menjadi 30.000 (padahal kalau ngga niat beli ngga usah iseng menawar) πŸ˜₯

Sehingga selain secarik kertas daftar belanjaan, di dompet saya hanya ada uang pas yang sudah saya perhitungkan sesuai daftar belanja. Syukur-syukur kalau ternyata perhitungan tidak tepat dan uang yang pas ternyata berlebih jadi bisa beli kue-kue oleh-oleh untuk yang di rumah πŸ˜‰

Hal itu kadang terjadi jika harga bahan-bahan lebih murah dibandingkan perhitungan saya atau ada salah satu bahan yang tak tersedia di pasar. Tetapi bila harganya lebih mahal maka saya akan mengurangi jumlah yang ingin saya beli.

Selain harga yang tak sesuai dengan perhitungan terkadang daftar bisa juga meleset. Seperti beberapa waktu yang lalu saat saya berdiri di kios pedagang bumbu dapur. Sambil memperhatikan tumpukan jahe dan lengkuas, ikatan-ikatan batang sereh yang bersih, jeruk nipis dan lemon yangΒ  tampak segar. Menghirup aroma rempah dan harum khas bawang merah halus. Mata saya tiba-tiba tertumbuk pada ikatan-ikatan kecombrang. Nah loh mulai lapar (mata) ..

Kecombrang, kantan, atau honje adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Nama lainnya adalah kincung (Medan) serta siantan (Malaya).

Honje berwarna kemerahan seperti jenis tanaman hias pisang-pisangan.

Kelopak bunga kecombrang dijadikan lalap atau direbus lalu dimakan bersama sambal di Jawa Barat. Kadang-kadang, kelopak bunganya juga dijadikan bagian dari pecel.

Di Tanah Karo, buah kecombrang muda disebut asam cekala. Kuncup bunga serta “polong”nya menjadi bagian pokok dari sayur asam Karo; juga menjadi peredam bau amis sewaktu memasak ikan. Masakan Batak populer, arsik ikan mas, juga menggunakan asam cekala ini.

Sumber: Wikipedia

Dengan tiga buah pucuk kecombrang dalam tas belanja saya, saya berniat membuat sambal untuk makan siang πŸ˜‰

sambalkecombrangSambal Kecombrang

Bahan:

  • 5 buah cabai merah
  • 3 buah cabai rawit hijau
  • 1 sdt terasi matang
  • 1 sdt garam
  • 1 sdm gula merah sisir
  • 1 batang kecombrang diiris halus, sisihkan

Cara membuat:

  1. Gerus bahan-bahan, sisakan kecombrang untuk sentuhan terakhir
  2. Setelah bahan agak halus (jangan terlalu halus), masukkan kecombrang, gerus kasar
  3. Sajikan

Gudlak!

Aroma kecombrang sangat khas jitu membangkitkan nafsu makan :mrgreen:

13 Comments

Add yours
  1. 4
    widdy

    wew… aku blum pernah makan sambal kecombrang
    boleh di coba ini
    nti pulang ke lampung aku kenalin sambal ini ke ibuku hihihi

  2. 7
    idana

    hmmm…nyumiii…..
    aku sering bikin sambal ini namun karena nyari bunganya rada susah biasanya aku pake batangnya yang masih muda…rasanya sama koq apalagi di tambah udang jadi nambah deh enaknya πŸ˜€

  3. 8
    'dee

    Hes…
    tulisan ini membuat aku teringat pada ibuku…

    Konon, waktu aku dalam kandungan ibu, yang diidamkan ibuku adalah… honje.

    Dan seperti biasa, saat mengidam itu honje sedang sulit didapat.

    Nenekku suatu saat pergi ke pasar dan melihat ada satu buah honje di pasar, tapi saat itu ada orang lain yang juga ingin membeli honje tersebut.

    Akhirnya… honje itu dibagi dua… Ibuku terpenuhi ngidamnya karena nenek pulang dengan membawa separuh honje pulang ke rumah… — hasil perjuangan berkeliling pasar πŸ™‚

    d.~

  4. 11
    'dee

    Hehe.. Makasih Hes. Saat ini aku ada di rumah ibu, melewatkan hari pertama Ramadhan di sini. Nenekku baru saja meninggal beberapa bulan yl.. Ini Ramadhan pertama tanpa nenek.. Selamat puasa ya Hes.. Maaf lahir batin untuk semua salah&khilaf. d.~

+ Leave a Comment