Sambal Pedas Ikan Roa, Saroa

Sambal Pedas Ikan Roa, Saroa


Sambal memang selalu menjadi pendamping paling digemari di Indonesia. Teman lauk dan nasi yang paling dirindukan kalau tidak ada. Katanya, makan tanpa sambal seperti makan kurang pedas. Hahaha kriyes .. jokenya garing.

sambal saroa

Setiap daerah di Indonesia punya kreasi sambal yang menjadi ciri khas dan kebanggaan. Terutama jika bahan-bahannya adalah bahan yang hanya bisa ditemukan di daerah tersebut.

Sambal siap makan menjadi tren beberapa tahun terakhir ini. Saya tidak tahu sejak kapan dan siapa yang memulai.  Tapi sambal instan industri rumahan yang saya tahu pertama kali adalah sambal bawang milik Bu Rudy yang terkenal di Surabaya.

Kemudian saya mengenal beberapa merk sambal siap makan lagi yang bukan produksi pabrik. Terutama setelah kakak ipar saya menawarkan kepada saya beberapa jenis sambal yang well memang enak dan  ngga pakai capai (maksudnya ga usah pakai ngulek).

Beberapa teman pun memproduksi sambal-sambal siap makan ini. Jenisnya tentu saja berbeda-beda. Salah satunya yang ingin saya perkenalkan kali ini adalah jenis sambal khas Menado yaitu sambal pedas dengan campuran ikan roa.

Ikan Roa Asap

Ikan roa adalah jenis ikan yang hanya ditemui di perairan Sulawesi Utara. Baca-baca dari beberapa situs dan blog soal ikan roa, bentuk tubuh ikan roa mirip ikan cucut dan ikan terbang. Karena saya belum pernah melihat ikan cucut apalagi ikan terbang sudah dipastikan saya tidak mengenal bentuk ikan roa :p

Di pasaran  ikan ini banyak dijual sebagai ikan roa asap. Pengasapan tentu saja bertujuan untuk pengawetan. Selain itu pengasapan juga biasanya menambah cita rasa dan aroma sedap pada bahan yang diasap.

Ikan roa asap banyak digunakan sebagai bahan beberapa jenis penganan dan masakan misalnya sambal ikan roa, abon ikan roa, nasi goreng ikan roa. Dan hmm sudah pasti jadi isian yang tepat buat panada khas Menado.

Sambal Ikan Roa, Saroa

saroa

Sambal Roa Khas Menado  inilah yang dijual oleh teman-teman saya dengan merk Saroa. Saya rasa sudah banyak testimoni yang menyebutkan kalau Saroa enak, pedas dan mantap.

Teman-teman saya yang pernah mencobanya sendiri menyebutkan Saroa  lebih hot dari beberapa sambal siap makan lain dan tentu saja rasa gurih dan aroma khas ikan roa asapnya jadi ciri khas tersendiri apalagi masih terasa cacahan dari daging ikan roa asapnya. Jadi saya rasa Saroa sudah punya pelanggan setianya tersendiri.

Soal label dan kemasan cukup bagus dan menarik. Mungkin kalau bisa ditambahkan komposisi bahan, tanggal produksi dan tangal kadaluarsa itu akan lebih bagus lagi.

Tapi membeli sambal siap makan dalam kemasan itu kadang menjadi tantangan tersendiri. Apalagi kalau di rumah yang makan sambal hanya seorang atau dua orang. Itupun makannya ngga setiap hari.

Berpikir apakah sambal ini akan habis sebelum waktu kadaluarsa atau tidak? Jika tidak, akan dijadikan apakah sisa sambal supaya tidak berlama-lama di dalam kulkas atau bahkan terbuang karena kadaluarsa?

nasgorsaroa

Saya sudah membeli beberapa Saroa dalam beberapa bulan ini. Tidak habis dimakan untuk cocolan sebagai sambal, saya siasati dengan menjadikannya bumbu untuk beberapa masakan.

Beberapa masakan yang pernah saya coba misalnya nasi goreng Saroa, mie goreng Saroa, bubur Menado dengan Saroa, ramen kuah Saroa, panada tongkol Saroa, dan sayap ayam bumbu Saroa. Saya yakin ada banyak ide lain menjadikan Saroa bukan sambal biasa.

5 Comments

Add yours
  1. 1
    kue ulang tahun anak

    Sambal saroa yang berasal dari ikan roa bisa menjadi alternatif untuk saya yang merupakan penggemar ikan dan sambal, cuma yang mau saya tanyakan kira-kira sambal ini menggunakan pengawet atau tidak? kuat berapa lama yah di simpan di dalam kulkas?

  2. 3
    Akang Endi

    Saroa memang tanpa bahan pengawet sama sekali dan untuk menjaga keawetannya sebaiknya di simpan di kulkas saya sudah mecobanya kok.
    denger-denger Saroa yang satu ini sudah dipuji puji di kalangan artis Once ex’dewa, Sammy simorangkir, Regina Idol. setelah saya pun coba beli hmmmm…… rasanya Blegaarrr…mantabs!!! pas pedasnya & rasa ikan asap roanya.
    bagi saya hal wajar mereka begitu suka dan membuat testimoni yang mengundang orang untuk ikutan coba.
    #NB: saya belum coba simapan sampai berbulan2 jadi apakah sambal tahan sampai 1.5 bulan apa tidak. 2 hari langsung ludesssss…. dihitung hitung saya bisa beli sampai 3-4 botol dalam seminggu.

    sekian testimoni saya mengenai sambal yang satu ini…..silahkan dicoba aja rasanya….terima kasih

+ Leave a Comment

twenty − 15 =