Sambal Tumpang

Sambal Tumpang


Gara-gara sahabat saya mengirim SMS soal tempe tahu yang dimasak santan, saya jadi kabita (=kepengen, bahasa sunda) :p

Tapi ngga punya tahu dan tempe yang di kulkas pun sudah beberapa hari. Eh, jadi inget sama sambel tumpang 😀 Saya pernah membuat sambal tumpang beberapa waktu yang lalu.

Tapi waktu itu saya menggunakan tempe segar jadi mungkin hasilnya kurang otentik. Hehe. Tempe untuk sambal tumpang biasanya berupa tempe yang telah (sengaja maupun tidak sengaja) disimpan dalam waktu lama. Tempe kemarin atau tempe semanggit (agak busuk) ini memberikan rasa yang unik dan khas pada sambal tumpang.

Sambal Tumpang

Bahan:

  • 1 buah tempe, potong kecil (sebaiknya menggunakan tempe yang sudah agak lama)
  • 250 gram tetelan yang sudah empuk
  • 3 buah telur rebus (option)
  • 7 buah cabe rawit merah utuh
  • 2 lembar  daun salam
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 4 lembar  daun jeruk
  • 6 siung bawang putih
  • 4 buah bawang merah
  • 3 buah cabe merah
  • 3 cm kencur
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdm gula
  • 200 ml santan

Cara membuat:

  1. Rebus tempe dengan bawang putih, bawang merah, cabe merah, lengkuas, dan kencur sekitar 10 menit, angkat dan tiriskan
  2. Haluskan bumbu dan tempe
  3. Tumis hingga halus
  4. Tambahkan santan, daun jeruk, daun salam, garam dan gula, masak hingga mendidih di atas api kecil
  5. Masukkan daging, cabai rawit merah dan telur rebus
  6. Masak hingga air agak meniris
  7. Angkat dan sajikan
Categories

+ There are no comments

Add yours

one × 4 =