Sayur Asem


Tidak ada foto

Ibu-ibu di sekolahnya anak saya mulai ribut karena bingung dengan menu berbuka. “Aneh deh kok kalau bulan puasa jadi tambah bingung nyiapin masakan. Padahal cuma waktu makannya saja yang berubah,” kata seorang ibu. Saya tertawa dan dalam hati berkata, saya mah ngga bulan puasa juga bingung nyiapin masakan 😆

“Mau nyontek ah sama ibu-ibu yang lain. Salma mau masak apa hari ini?” Tanya seorang ibu pada saya. Sejak anak saya sekolah, nama saya tiba-tiba berubah jadi nama anak saya. Haha ..

Saya menjawab bahwa saya akan masak sayur asem dan goreng tahu. Ia menggeleng dan bercerita kalau anak-anaknya suka ngga bersemangat kalau menu berbukanya dengan masakan yang mereka ngga suka, sayur asem adalah salah satunya.

Simple Sayur Asem

Bahan:

  • Segenggam daun melinjo, siangi
  • Buah melinjo, secukupnya
  • 5 buah kacang panjang, potong
  • 1 buah labu atau setengah bagian pepaya muda, potong kotak
  • Segenggam kacang tanah kupas
  • 1 buah jagung manis, potong

Atau saya biasa membeli di pasar dengan cara, “Bu, sayur asemnya dua ribu saja ya” :mrgreen:

  • 3 buah cabai merah, iris serong
  • 6 buah bawang merah, iris tipis
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 4 buah asam segar atau 1 sdt asam masak
  • 750 ml air matang
  • 1 sdt garam
  • 1 sdm gula

Cara membuat:

  1. Rebus air hingga mendidih
  2. Masukkan semua sayuran dan bumbu kecuali garam dan gula hingga sayuran matang
  3. Tambahkan garam dan gula, aduk rata
  4. Masak sebentar
  5. Angkat
Lama persiapan: 10 menit
Lama memasak: 20 menit
Untuk 3-4 orang

Rencananya saya menyajikan sayur asem ini dengan tahu goreng tepung dan sambal limo. Tetapi ternyata Wicak berbuka bersama teman-teman kantornya sehingga saya menghidangkan sayur asem ini saat sahur .. tanpa sambal 😛

5 Comments

Add yours
  1. 3
    paprika

    sayur asem yg bumbunya di iris sm diulek sama enaknya ya , btw yg diiris lebih simple ya 🙂
    tiap sekolahan nama ibunya berubah jadi nama anaknya, rata2 sama ya he..he…

  2. 4
    'dee

    ha ha ha… dipanggilnya langsung “salma” gitu ya? bukan mama salma? 🙂

    kalo pengalaman aku sih biasanya disebut ” mama X ” dimana X adalah nama anaknya… — yang lucu kan karena anak2ku sekolah di sekolah yg sama dari TK sampai SD, bisa jadi ada dua ibu2 yg membicarakan aku tapi menyebutkan nama yg berbeda, karena ada ibu yg kenal aku sebagai mama W, mama P dan mama R… ha ha ha.. padahal mah die- die juge kan 🙂

    omong2 soal panggilan… curcol sedikit, he he.. aku pernah break selama 6 bulan ngga ngantor. aku menikmati bangettt.. karena itu kemewahan kalo buat aku sih, bisa tiap hari di rumah berbulan- bulan begitu. tapi… ada beberapa hal yang aku sungguh kehilangan, dan salah satunya adalah: aku rindu disapa orang dengan namaku sendiri.. ha ha ha..

    habis, ya itu, selama sekian bulan itu aku disapa dengan beragam nama: mama W, mama P, mama R, atau ibu S… nama semua anak2 dan suami dilekatkan pada aku, tapi… sedikit sekali yg manggil aku dengan namaku sendiri, ha ha ha…

    jadi begitu aku ngantor lagi… he he, hal pertama yg aku syukuri adalah ketika ada lagi orang yg menyapa aku dengan namaku sendiri, hihihihi 🙂

    i love my hubby and all of my children.. tapi bener deh.. ternyata aku baru sadar, disapa dengan nama sendiri itu menyenangkan sekali, he he he 🙂

    d.~

  3. 5
    hes

    @’dee: kata Wicak jangan noleh kalo dipanggil dengan nama anaknya (kecuali dengan embel-embel mama didepannya), seenaknya ganti nama orang 😆 hahaha

+ Leave a Comment

5 × one =