Segarra Ancol


segara2010Setelah membasuh anak-anak yang bermain pasir saat piknik burger di kamar mandi mesjid setelah mengunjungi Seaworld, kami melanjutkan acara keliling Ancol.

Kakak ipar saya bertanya, ‘Mau kemana lagi nih?’ Saya dan Wicak yang terakhir bertamasya ke Ancol pada tahun 2005 hanya geleng-geleng kepala.

Akhirnya setelah melewati pekuburan Belanda dan arena (halah) area si manis jembatan ancol yang sekarang sudah ngga ada jembatannya lagi, kakak ipar saya mengajak mampir ke Segarra.

Resto yang baru dibuka tahun 2007 dengan konsep out door menghadap langsung ke pantai ini membuat saya sedikit terpana walau lautnya nan coklat dan dikejauhan tampak kepulan asap pabrik :mrgreen:

Kami duduk dibangku sofa tenda dengan kursi tambahan. Panas memang tapi angin laut yang bertiup lumayan membuat segar walau cukup kencang. Sedikit agak meringis melihat daftar harganya, saya akhirnya memesan Salmon Roll, segelas jus strawberi dan ice lemon tea.

Saya memesan Salmon Roll untuk Salma karena dia suka salmon dan terkadang doyan menyantap sushi. Tetapi sepertinya siasat saya tidak juga berhasil. Dia tetap ngga mau makan 😥 Sushi salmon dengan ketimun yang dibungkus dengan nori ini lumayan enak tetapi wasabinya kurang mengigit.

Nori adalah nama dalam bahasa Jepang untuk bahan makanan berupa lembaran rumput laut yang dikeringkan. Nori digunakan sebagai hiasan dan penyedap berbagai macam masakan Jepang, lauk sewaktu makan nasi, dan bahan makanan ringan.

Wasabi adalah tanaman asli Jepang dari suku kubis-kubisan (Brassicaceae). Parutan rimpang (rizoma) yang juga disebut wasabi, dimakan sebagai penyedap masakan Jepang, seperti sashimi, sushi, soba, dan ochazuke. Daun, tangkai, dan rizoma memiliki aroma harum, sekaligus rasa tajam menyengat hingga ke hidung seperti mustar, tapi bukan pedas di lidah seperti cabai.

(id.wikipedia)

Calamary yang dipesan kakak ipar saya juga lumayan enak. Yah, khas makanan kafelah. Menurut saya sih yang enak malah dip atau celupannya. Setelah cumi-cumi gorengnya habis, saya menggado dipnya 😳 Hehe ..

Akhir acara, Awis yang sedari awal kedatangan tidur di sofa dan dilindungi bantal-bantal terbangun. Celingak-celinguk dengan muka mengantuk. Saya memesankan Kentang Goreng untuknya. Kentang goreng yang ditaburi keju parmesan ini disajikan dalam porsi lumayan besar. Enak dan senangnya anak-anak mau memakannya. Lumayan juga untuk dicocol ke dip calamary tadi haha keukeuh ..

Makanannya dan pelayanannya bolehlah. Tapi tentunya dengan harga yang segambreng itu yang dijual adalah pemandangan dan suasana restonya yang memang enak. Di depan pantai tersedia tempat duduk bundar yang dipayungi semacam penutup. Duduk disitu sambil melihat matahari tenggelam dengan istri atau suami sudah pasti romantiss abiss. Swit swiww. Tapi konon katanya ada minimum order untuk bersantai di tempat duduk itu saat weekend menjelang sunset.

Senang juga bisa mampir di resto sekelas Segarra ini walau ngga janji bisa ke situ setahun sekali 😆

+ There are no comments

Add yours

16 − 11 =