Selepas Ketegangan


Beberapa waktu yang lalu saya sempat tegang luar biasa menunggu waktu operasi sirkumsisi anak laki-laki saya. Tapi Alhamdulillah sekarang berangsur-angsur perasaan dan kegiatan saya mulai normal lagi.

Ada beberapa cerita dan resep yang ingin saya posting sebenarnya tapi (nyatanya) mood menulisnya sedang menurun. Ah, ini sih cuma alasan dibalik kondisi sedang malas :mrgreen:

Dua hari setelah Awis dikhitan, ia mulai tidak betah tiduran terus. Ngeri melihatnya berlari-lari mengejar kakaknya karena  takut jatuh dan membahayakan jahitan operasinya, saya dan Wicak berulang kali menggendongnya dan mendudukannya di kasur. Tapi semenit kemudian ia berontak dan berdiri lagi untuk mengacak-acak mainannya di dalam kotak.Ya hampuun ..

Hari ini adalah hari ke empat. Karena ia tetap tidak mau tiduran atau duduk tenang di atas kursi atau kasur, lebih sering duduk dengan gaya khasnya di atas lantai, saya terpaksa memakaikannya celana. Khawatir debu menempel di salep yang saya oleskan di atas luka jahitannya.bimbul

Dokter bedahnya juga menyarankan untuk tidak memandikannya dulu sekitar 5 hari hingga lukanya mengering. Tapi hari ini terpaksa saya harus memandikannya karena:

Mam aku mau ambil piring ya mau bikin cake‘, tanya Salma.

Yes, dear‘, jawab saya sambil mencuci ayam. Sambil berpikir, ah malam ini mau membuat ayam kecap saja.

Mam, aku mau pake ini ya?’, tanya Salma lagi sembari menunjukkan tepung terigu yang ia ambil dari kulkas.

Tapi jangan banyak-banyak ya,‘ saya masih asyik dengan pikiran saya. Apa woku ayam ya?

Iya,’ katanya, ‘Sedikit yaa,’ katanya lagi.

Beberapa saat kemudian, ‘Mam udah, ini mau dimasak,’ Awis kecil mengikuti kakaknya, ‘asak mam asak’, Saya yang masih mencuci menengok.

Ya hampuuunn ..

0 Comments

Add yours
  1. 1
    Erfano Nalakiano

    pertamaxxxx….lutuna….justru saat begitu anak-anak bermain meski tak disadari bahwa ia juga sekalian belajar. Seru…seru….. mbak! 😛

+ Leave a Comment

three + 13 =