Stapler Pembungkus Makanannya


Sabtu kemarin saya membeli rujak di sebuah kios gerobak rujak yang cukup laris. Saya datang agak terlambat karenanya rujak sudah hampir habis. Hanya tinggal berapa jenis buah (yang saya kurang suka seperti ubi dan kedondong) sehingga saya meminta untuk dibuatkan saja rujak serut.

Selesai menyerut buah diatas piring si abang penjualnya menyisihkan piring tersebut agak ke tepi sementara ia melap dan membersihkan permukaan meja gerobaknya. Di meja tersebut agak ke pojok saya melihat biji-biji stapler tergelat keluar dari bungkusnya 😯 Bagaimana kalau ada yang tak sengaja masuk ke dalam rujak serut yang sedang dipesiapkan. Woaa!

Repost dengan sedikit revisi.

stapler1Penggunaan stapler untuk menutup pembungkus bahan makanan tidak dianjurkan. Saya tidak tahu apakah sekarang hal ini sudah resmi (ada aturan yang bersifat mewajibkan) atau tidak resmi.

Beberapa restoran siap saji yang saya tahu saat ini tidak lagi menggunakanya dalam bungkus-bungkus makanan untuk dibawa pulang atau diantar. Mereka menggunakan selotip untuk merekatkan pembungkus makanan.

Bahan pangan mentah atau makanan yang sudah jadi yang dibungkus plastik atau daun dengan menggunakan stapler beresiko bahaya fisik karena stapler yang terlepas dapatlemper1 masuk ke dalam makanan tanpa diketahui.

Beberapa kasus yang terjadi yang saya cari tahu lewat google akibat stapler adalah stapler menancap di langit-langit rongga mulut, tertahan di kerongkongan, dan beberapa kasus lain yang tentu saja membutuhkan operasi dalam penangananya.

Sehingga jika tidak dipilih secara hati-hati atau tidak diolah dengan cara-cara yang benar kemungkinan bahaya fisik dalam makanan dapat saja terjadi.

Untuk menghindari bahaya fisik dalam mengolah makanan adalah dengan menggunakan bahan makanan yang sudah bersih dari kerikil, dan/atau cemaran fisik lainnya.  Cara yang baik untuk menghindari bahaya fisik adalah dengan memilih bahan dan mencuci terlebih dahulu sebelum diolah.

Berhati-hati juga saat menemukan makanan yang terbungkus dan menggunakan stapler. Pastikan bahwa stapler telah dibuka dan dibuang ke tempat sampah. Jika dibuang sembarangan dikhawatirkan juga terinjak.

Penggunaan stapler memang lebih cepat, gampang dan ekonomis tetapi bahaya yang ditimbulkannya sangat tidak sebanding dengan kemudahan yang di’tawarkan’nya. Lebih baik menggunakan selotip, lidi, atau karet gelang. Memang tidak lebih mudah tapi paling tidak lebih aman.

Biar lambat asal selamat :mrgreen:

Sumber soal bahaya fisik: Diktat kuliah Keamanan Pangan ..

10 Comments

Add yours
  1. 5
    Budi

    Sangaaaaaatt setujuuu…wuih..saya pernah gigit biji stapler…untung ga ketelen….sebaiknya hindari pemakaian staples untuk pembungkus makanan…
    Kalo kita terima pembungkus makanan pake staples, pastikan bila membukanya kita yakini sudah dibuang biji staples itu…

  2. 8
    anny

    Setuju, lebih baik hindari staples, waktu ultah sekar ajaaku gak gunain staples buat jepret kotak nasi kuningnya, tapi diikat karet gelang aja biar aman buat anak2

  3. 10
    bunda daffa

    bener banget mbak hes,kita mesti ati2,pernah ada tetanggaku ketelen biji stapless yg dipake buat membungkus gula di warung,gak sengaja ketelen.Akhirnya ya harus masuk RS buat ngeluarin biji stapless itu……..

+ Leave a Comment