terigu ternyata is not just terigu


Dahulu kala, sebelum saya kuliah dan masih amat sangat lugu (lu lu gue gue maksudnya..), buat saya tepung terigu is tepung terigu. Warnanya putih (agak-agak broken white gitu) dan berasa .. tepung! Tapi nyatanya ngga begitu. Mungkin itu kenapa di pasaran ada berbagai macam tepung terigu yang dijual ya?

‘Beli apa, Bu?’
‘Terigu, Pak, sekilo.’
‘Terigu cakra apa segitiga?’
‘Bagus yang mana ya, Pak?’

wess? Bagus yang mana ya?

Sebenarnya sih kalau mau tahu secara lengkap tentang tepung terigu dan kegunaanya bisa langsung klik situs produsen tepung terigu terbesar di Indonesia, Bogasari. Tapi kalo ngga mau ribet amat urusan tepung mending kita lihat aja ulasan berikut ini. Ciee..

Semoga ngga ngaco, ehm ehm..

Tepung terigu itu (yang saya tahu) terbagi menjadi 2 jenis tepung. Pembagian itu didasarkan atas asal muasal bahan awal pembuatan tepung itu. Maksudnya begini, ternyata gandum is not just gandum to’ juga. Gandum sebagai bahan pembuat tepung juga terbagi menjadi gandum keras dan lunak.

Nah, si gandum keras ini mengandung banyak protein yang bagus untuk pembuatan roti yang dikembangkan dengan ragi. Sedangkan jenis gandum lunak (sedikit kandungan protein) biasanya digunakan untuk pembuatan roti yang memakai bahan (pengembang) kimia seperti misalnya cake (apa bedanya cake dan kue hayo?), biskuit, dan kue-kue kering.

well, dipasaran yang paling kita kenal adalah tepung terigu dengan merk Cakra Kembar, Segitiga Biru dan Kunci Biru. Bedanya (kalau bapak penjual terigu nanya lagi..) adalah Cakra Kembar baik digunakan dalam pembuatan roti karena mengandung protein tinggi. Kenapa?

Kata bapak Prof. DR.Made Astawan, Dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Gizi IPB, penggunaan terigu tipe kuat (mengandung protein tinggi maksudnya) lebih disukai karena kemampuan gluten (jenis protein pada tepung terigu) yang sangat elastis dan kuat untuk menahan pengembangan adonan akibat terbentuknya gas karbondioksida (CO2) oleh khamir Saccharomyces cereviseae (ragi roti).

Semakin kuat gluten menahan terbentuknya gas CO2, semakin mengembang volume adonan roti. Mengembangnya volume adonan mengakibatkan roti yang telah dioven akan menjadi mekar. Hal ini terjadi karena struktur berongga yang terbentuk di dalam roti.

Ehm, ngerti ngga? Ngga! Sama..

Segitiga Biru dan Kunci Biru yang kita tahu lebih baik digunakan untuk pembuatan roti-roti bukan roti? Maksudnya lebih oke kalau kita buat cake (sekali lagi apa bedanya cake dengan kue ya?) dan kue-kue lainnya selain roti.

‘Beli apa, Bu?’
‘Terigu, Pak, sekilo.’
‘Terigu cakra apa segitiga?’
‘Cakra, Pak. Saya mau membuat pizza?’

he he he..

ps. Tahu ngga ternyata ada banyak rangkaian ‘nilai gizi’ yang terkandung dalam sepotong roti. Pasti kaget deh ada apa dan siapa aja sih yang terdapat dalam roti? nanti ye..

+ There are no comments

Add yours