TipTrik: Menyelamatkan Masakan


Ilustrasi (Leslie Puiras)

Saya sering melakukan kesalahan saat sedang memasak. Entah itu masakan yang terlalu asin, lupa membeli salah satu bahan yang saya perlukan bahkan saya juga sering menghanguskan masakan yang sedang saya buat karena lupa. Tapi namanya juga sedang belajar, saya memanfaatkan setiap kesalahan itu sebagai bagian dari proses kreativitas saya ..eh kalau ga mau dibilang gagal. Hehe.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan jika melakukan kesalahan-kesalahan saat memasak:

  • Jika terlalu banyak menambahkan garam. Salah satu cara menyelamatkan masakan yang terlalu asin adalah dengan menambahkan bahan lain ke dalam masakan tersebut. Misalnya jika sayur lodeh kita terlalu asin, ambil sebagian kuahnya lalu tambahkan lagi santan dan bumbu-bumbu seperti bawang atau cabai. Atau jika membuat telur dadar yang asin, potong-potong telur dadar lalu masak lagi bersama nasi menjadi nasi goreng tanpa penambahan garam.

  • Jika tidak ada bahan yang diperlukan. Dulu sewaktu mengikuti lomba memasak, tempat belanja yang ditunjuk ternyata kehabisan tepung sagu, salah satu bahan yang saya perlukan. Walau agak kecewa dan cemas, saya terpaksa mengganti tepung sagu dengan tepung tapioka, yang fungsinya sama. Hasilnya memang tak sebaik jika menggunakan bahan yang pertama tapi saya berhasil menyelamatkan masakan saya. Seperti kata-kata Julia Childanyone who doesn’t make a recipe because they’re missing an ingredient will never be a chef.”
  • Jika masakan tidak termasak sempurna. Yah balik lagi saat lomba masak itu. Karena dikejar waktu saya tidak memasak masakan saya dengan sempurna. Ada beberapa bagian yang terasa masih mentah. Saya melakukan dua cara yaitu memotong bagian yang sudah matang untuk dipresentasikan, dan memasak kembali bagian yang belum matang. Kalau di rumah kendala masakan belum matang memang mudah diatasi, tinggal memasaknya kembali. Walau tergantung juga sedang memasak apa, kue misalnya. Kue yang bantat karena terlalu cepat diangkat biasanya tidak dapat diselamatkan tetapi bukan berarti tidak dapat dinikmati.
  • Jika salah menggunakan bumbu. ‘Salah membumbui’ adalah kejadian yang sering terjadi di dapur saya. Misalnya saya akan memarinasi ikan dengan jeruk nipis dan garam tetapi kemudian suami saya menambahkan bubuk kari, bubuk cabe, bubuk ketumbar, dan beberapa rempah bubuk lainnya. Hehe memang kesalahan yang disengaja sih karena hasilnya memang berbeda dari ikan goreng biasa yang hanya dimarinasi dengan jeruk nipis dan garam. Berbeda dalam arti yang bagus. Saya sendiri sering sekali sengaja keliru menggunakan bumbu dalam suatu masakan hasilnya adalah resep baru, jika masakan salah bumbu itu jadi masakan berbeda yang enak jika tidak tentu saja tak pernah dipublikasikan
  • Garam adalah penyelamat. Kalau masakan yang kita buat terasa tidak enak walau kita sudah menggunakan takaran yang tepat dengan bumbu yang sesuai resep, mudah saja: tambahkan garam.
  • Cari bantuan. Bertanya atau minta bantuan pada orang lain saat sedang kesulitan di dapur adalah salah satu cara untuk menyelamatkan masakan yang kita anggap tidak berhasil. Saya biasanya bertanya lewat pesan singkat pada ibu saya atau sahabat saya, begitu juga sebaliknya. Saya juga sering mencari tahu lewat Google karena biasanya kesalahan yang saya buat juga terjadi pada ibu-ibu lain yang kadang meng-sharenya di internet lewat blog, atau forum.
  • Buang dan mencoba lagi. Kalau masakannya memang sudah gagal total, buang saja dan buat yang baru. Semoga saja bahan-bahannya masih cukup untuk membuat masakan baru tetapi jika tidak buat saja masakan lain dengan bahan yang tersedia. Membuang masakan yang berisi daging atau ikan memang tampak seperti pemborosan tapi mungkin itu adalah salah satu pengorbanan dalam proses kita menjadi lebih lagi dalam memasak. Pelajari kesalahan dari masakan pertama dan buatlah masakan kedua yang jauh lebih baik

Tulisan ini diadaptasi dari AmateurGourmet berdasarkan pengalaman pribadi.

Categories

+ There are no comments

Add yours

8 − one =