Tumis Pare Daging asap


paredagingasap

Inget banget jaman dulu sewaktu masih SMA. Ceritanya kita satu angkatan bepergian ke Jogja untuk study tour (istilahnya begitu). Di tempat penginapan sesaat setelah sampai kami disuguhi makan malam dengan gaya prasmanan.

Saya lupa apa saja menunya karena saya hanya ingat makan tumis pare dan perkedel kentang. Sekarang sih saya pasti akan menghabiskan makanan di piring saya apa adanya kalau bisa nambah malah. Hehe..

Tapi dulu lain cerita. Kala itu saya termasuk pemilih makanan. Daftar makanan favorit saya tak segambreng seperti sekarang. Malah bisa dibilang bukan daftar makanan favorit tapi daftar makanan yang mau saya makan dan itu hanya terdiri dari beberapa jenis makanan saja. Pokoknya saya merugi sekali jaman dulu kalau soal makanan serba ngga doyan 😛

Jadi ceritanya saya mengambil nasi lalu memilih makanan. Ada tumisan dengan daging asap di dalamnya karena saya suka sekali daging asap maka saya menyendokkan tumisan itu lengkap dengan sedikit kuahnya diatas nasi. Saya sih perhatikan bahwa tumisan itu tumisan pare tapi saya pikir, ah bolehlah mencicipi pare.

Bisa diduga dong bagaimana rasanya nasi saya. Pahit luar biasa! Bukan, saya rasa bukan karena yang memasak tak bisa memasak pare hanya saja saya ternyata saat itu tak suka rasa pahit dalam kadar apapun dalam makanan saya. Sejak saat itu saya musuhan dengan pare.

Malam itu yang ada saya laparr karena cuma makan sesendok nasi pahit dan dua buah perkedel kentang. Mau ganti menu lain malu karena banyak teman-teman cowok. Halah. Pokoknya rugi pisanlah 😆

Sekarang sih saya sudah berdamai dengan pare dan rasa pahit. Semua kedamaian itu terjadi setelah saya menikah dan melahirkan dua anak saya. Hehe kedamaiannya bukan cuma soal makanan doang sih sebenarnya ..

Tumis Pare Daging asap

Bahan:

  • 1 buah pare, iris tipis, aduk dengan sedikit garam, cuci bersih
  • 1 buah jagung, pipil
  • 3 lembar daging asap, iris panjang
  • 1 siung bawang putih, cincang halus

Oia, semakin kecil kita memotong bawang putih semakin kuat citarasanya.

  • 1 buah bawang bombay, iris
  • 3 buah cabai rawit merah, iris tipis
  • 3 sdm minyak untuk menumis
  • 1 cangkir air matang
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt gula

Cara membuat:

  1. Tumis bawang putih hingga harum
  2. Masukkan bawang bombay dan cabai rawit dan masak hingga layu
  3. Masukkan pare, jagung dan daging asap, aduk rata
  4. Tambahkan garam dan gula, aduk rata
  5. Masukkan air, masak hingga air agak meniris dan jagung matang
  6. Angkat
Lama persiapan: 10 menit
Lama memasak: 10 menit

Gud lak! 😉

4 Comments

Add yours
  1. 1
    vany

    pare memang rasanya pahit ya, mbak dan jujur saia jg gak begitu suka….hehehe
    btw, apa kbr mbak hes?
    lama saia gak mampir kesini nih….. 😀

  2. 2
    'dee

    hihihi… aku sampe sekarang masih juga ‘ngga tega’ makan pare 🙂 pahiiitttt…

    kalo daun pepaya aku udah bisa, tapi pare… oh tidakkk 🙂

    d.~

  3. 3
    hes

    @vany: iya nih vany kemana aja 😉 aku baik. apa kabar juga?
    @’dee: aku sudah berkompromi dengan semua yang pahit kecuali leunca, jengkol dan pete 😆

  4. 4
    ridu

    wah sepertinya enak sekali yaa.. walaupun saya juga bukan penggemar pare tapi kalo diiris kecil2 seperti itu gak terlalu pahit kan ya rasanya

+ Leave a Comment

seven + eighteen =