Udang Goreng Balut Kelapa


Ahai, akhirnya ngeblog lagi. Seminggu ini ngga ngeblog dan blogwalking karena dua alasan. Alasan pertama karena modem dibawa Wicak ke Lombok dan alasan kedua adalah karena saya sedang keranjingan main game PC Dragon Age Origins :mrgreen:

Biasanya sih mainnya sama Wicak. Suami saya itu yang main, saya hanya menonton dan sesekali memberikan saran penyerangan yang seringnya malah membuat kacau ๐Ÿ˜† Tapi karena Wicak sedang pergi dan saya penasaran dengan jalan ceritanya, saya mencoba memainkan tokoh lain.

Entah karena terlalu serius atau karena main selama dua hari berturut-turut, permainan itu sampai terbawa mimpi. Saya bermimpi menyerang para mage (penyihir) yang terasuki demon-demon. Pokoknya saya merasa keren dan hebat dengan pedang-pedang itu dalam mimpi saya. Haha ..

Merasa kelelahan, saya memutuskan untuk libur bermain dulu di hari ketiga. Lagi pula Wicak akan pulang malamnya, saya perlu sedikit persiapan untuk menyambutnya dengan (apalagi kalau bukan) masakan spesial ๐Ÿ˜‰

Kadang saya bertanya-tanya. Masakan mana yang paling dikangeni Wicak kalau sedang bepergian: masakan hotel dan masakan di tempat makan yang didatangi yang biasanya menarik, khas dan syedap atau masakan saya di rumah?

Kalau kata suami saya itu, ‘Pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan jebakan batman’. Hahaha ..

bimbul_ikanSaya mengajak anak-anak ke pasar pagi-pagi. Biasanya kalau ke pasar bersama anak-anak, kami hanya mengunjungi toko kue atau buah dan sesekali ke toko baju. Sementara jika ke pasar untuk membeli ikan dan sayuran saya lebih suka sendirian. Walau kadang kalau hari sudah siang dan pasar sepi saya mengajak mereka ke lantai bawah dan berbelanja sedikit bahan pangan.

Pasar Depok Baru terdiri dari tiga lantai. Lantai teratas adalah tempat penjahit dan gym kalau saya tak salah. Saya belum pernah melihatnya. Lantai dua dan satu adalah toko bahan kue, toko kue, toko mainan, toko perlengkapan bayi, toko baju dan lain-lain. Sementara basement adalah pasar sayuran dan ikan.

Pasar sayurannya tak becek. Lantainya keramik kendati tak putih bersih dan bersinar tapi tak becek dan tak banyak sampah. Harga barang-barangnya memang relatif lebih mahal dibadingkan di pasar tradisional lain.

Saya lupa kalau saya tak pernah mengajak anak-anak ke pasar bagian ikan-ikan dan ayam. Saat memasuki ruangan Salma berteriak, ‘Woooow!’ Adiknya juga ikut-ikutan, ‘Uuuuuu!’ ๐Ÿ˜†

Saya menggendong Awis dan menggandeng Salma melihat ikan-ikan yang masih hidup dalam bak-bak besar berisi air. Ada pancuran yang membuat air bersirkulasi. Ikan patin, ikan emas, ikan gurame besar yang berenang-berenang membuat anak-anak takjub.

‘Aanyak kali ikan, mam!’ kata Awis. Salma diam saja dengan ekspresi wajah yang terkagum-kagum melihat ikan-ikan besar yang berjajar di meja-meja marmer.

‘Ini namanya ikan ekor kuning, teh’, kata saya menunjuk ikan laut yang berekor kuning.

Ia mengulangi ‘Ikan ekor kuning’. Lalu berkata lagi, ‘Ini ikan putih, ini ikan pink, ini ikan itam’, sambil menunjuk ikan bawal dan dua jenis ikan berwana merah muda dan hitam yang saya tak tahu namanya :mrgreen:

Awis juga ikut menunjuk-nunjuk, ‘Ikan, ikan, ikan’, katanya.

Hari ini saya berencana membuat udang goreng balut kelapa. Sebenarnya sih saya belum pernah buat. Wicak bercerita, ia mencicipi masakan udang ini di restoran seafood Bubba Gump Shrimp & Co saat bertandang ke San Fransisco, Amerika Serikat.

Boleh juga dicoba, pikir saya. Jadi dengan ide a la kadarnya di dalam kepala saya, saya membeli udang besar yang sudah dikupas dan disisakan ekornya dan kelapa muda parut.

Udang Goreng Balut Kelapa

udang_1Percobaan 1

Bahan:
500 gram udang besar, buang kulit sisakan ekor, cuci bersih
200 gram kelapa muda parut (kelapa urab), kukus sebentar
100 gram tepung terigu
100 ml air matang
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica halus
2 siung bawang putih dihaluskan
500 ml minyak untuk menggoreng

Cara membuat:

  1. Adonan pencelup: campur terigu, air, garam, merica, dan bawang putih. Untuk membuat adonan pencelup ini bisa juga menggunakan sebungkus tepung bumbu siap pakai dan dilarutkan dalam 100 ml air matang.
  2. Celupkan udang dalam adonan (dengan cara memegang ekornya dan mencelupkan badannya)
  3. Gulingkan di atas kelapa parut
  4. Goreng dalam minyak panas (deep fry) hingga kecoklatan
  5. Angkat dan tiriskan

Tapi ternyata ‘eksperimen’ saya kurang berhasil. Hasilnya tak sesuai dengan bayangan saya. Kelapa muda parutnya menjadi basah karena dikukus. Sehingga akhirnya saya campurkan dengan adonan pencelup. Udang saya balut dengan adonan yang kental lalu saya goreng.

Karena saya menunggu hingga kelapa balutannya kecoklatan, saya lupa kalau udang dimasak cukup lama akan membuat daging udang keras dan kurang enak.

Berbincang-bincang dengan Wicak apa yang salah akhirnya kami mencoba lagi membuatnya.

Percobaan 2udang_2

Bahan:

  • 500 gram udang besar, buang kulit sisakan ekor, cuci bersih
  • 200 gram kelapa tua parut, peras santannya, sisihkan ampasnya (jangan dibuang)
  • 100 gram tepung terigu
  • 150 ml air matang
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt merica halus
  • 2 siung bawang putih dihaluskan
  • 500 ml minyak untuk menggoreng

Cara membuat:

  1. Adonan pencelup: campur terigu, air, garam, merica, dan bawang putih. Untuk membuat adonan pencelup ini bisa juga menggunakan sebungkus tepung bumbu siap pakai dan dilarutkan dalam 100 ml air matang.
  2. Celupkan udang dalam adonan (dengan cara memegang ekornya dan mencelupkan badannya)
  3. Gulingkan di atas ampas kelapa parut
  4. Goreng dalam minyak panas (deep fry) sebentar
  5. Angkat dan tiriskan

Percobaan kali ini pun kurang memuaskan. Tingkat kematangan udang sudah tepat. Daging udang masih terasa kenyal dan manis. Tetapi sepertinya balutan kelapanya masih belum pas. Mungkin karena kami membeli kelapa parutnya di pasar dan tidak memarut sendiri.

Kelapa parutnya terlalu halus sementara kami membutuhkan kelapa parut yang agak kasar. Percobaan ketiga nanti kami akan mencobanya plus penambahan bumbu pada kelapa parutnya. Mudah-mudahan berhasil :mrgreen:

Bersambung ke percobaan 3 

8 Comments

Add yours
  1. 4
    Siti Fatimah Ahmad

    Assalaamuโ€™alaikum

    SELAMAT HARI IBU ini ku tujukan buat:

    1. SAHABATKU โ€ฆ.SEORANG IBU
    2. IBU KALIAN
    3. ISTERI KALIAN

    SAHABAT,
    MENGERTILAH BAHAWAโ€ฆ..

    Hati IBU bagaikan jurang yang didasarnya selalu ada maaf
    Di sisi IBU adalah tempat yang paling aman
    Cinta IBU tidak pernah lapuk
    Cinta IBU adalah yang laing baik daripada segalanya.

    # KEPADA SAHABAT DAN PEMBACA YANG BERADA DI LAMAN SAHABATKU INIโ€ฆ Semua anda dijemput ke LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI untuk menerima HADIAH AWARD โ€“AWARD ISTIMEWA dari saya sempena menyambut SELAMAT HARI IBU di Indonesia.

    Dengan segala hormatnya saya mempersilakan anda sekelian menerimanya sebagai tanda ketulusan hati SEORANG SAHABAT yang mencintai kalian.

    Selamat Tahu Baru Hijriyyah 1431 dan Selamat Tahun Baru 2010
    Salam mesra dari BANGI, MALAYSIA.

    -SITI FATIMAH AHMAD โ€“
    22 Disember 2009/RABU

  2. 6
    dwi

    hhhhmmm looks yummy nih mbaaa
    eiitsss lokasi pasarnya kayaknya gaasing ternyata bener jua yaa di depok , pasar nusantara kan ya….heheheh jadi kangen ni ma pasar tsb…(udah pindah soalnya)

+ Leave a Comment

six + sixteen =