Waktu Memasak


catatanhes_masukdapurSetiap orang memiliki gaya memasaknya masing-masing dan menurut saya hal itu tidak salah.  Jadi rasanya ngga usah dipersoalkan apabila ada seseorang yang berbeda cara memasaknya dengan cara yang kita lakukan. Misalnya membuat tumis kangkung dengan menambahkan air sementara kita biasa membuatnya tanpa penambahan air.

Setiap orang juga mempunyai waktu favorit untuk menyiapkan masakan. Teman saya misalnya, ia suka mengolah makanan pada siang hari sehingga pada sore hari semua masakan sudah matang. Jadi sewaktu suaminya pulang semua hidangan sudah tersedia dan rapih di atas meja makan.

Saya lain lagi. Saya lebih suka mengolah makanan sesaat sebelum siap dimakan. Biasanya pada hari-hari kerja, saya akan menyiangi dan menyiapkan bahan-bahan makanan untuk makan malam pada sore hari atau setelah waktu magrib.

Setelah suami saya pulang dan bersiap untuk makan malam, saya mempunyai waktu untuk memasak bahan-bahan yang sudah saya siapkan tersebut. Jika saya memasak tepat waktu, saat suami saya siap untuk makan malam, makanan sudah tersaji hangat dan segar.

Hal ini tentu saja hanya berlaku untuk masakan yang ditumis atau digoreng. Untuk masakan yang membutuhkan waktu lama, saya mengolahnya sedari sore. Sehingga saat makan malam tinggal dihangatkan.

Tumisan dan gorengan adalah jenis masakan yang sedapat mungkin saya hindari untuk dihangatkan ulang. Sehingga saya lebih suka memasaknya sesaat sebelum dimakan dan biasanya dalam porsi sekali makan.

Menjadi kreatif di dapur sebenarnya tak sulit hanya masalah kebiasaan dan keinginan. Karena saya percaya: Semua orang bisa memasak 😉

+ There are no comments

Add yours

four × 1 =