Sagoo Kitchen: Waroeng Tempoe Doloe


Sagoo Kitchen yang kami sambangi di kawasan Margo City Depok adalah restoran yang baru dibuka belum lama ini. Melihat tempat makan baru, dan unik pula, tentu saja kami langsung tertarik.

Tempat makan ini menawarkan suasana dan makanan jaman dulu. Konon, Sagoo Kitchen pertama kali dibuka di mall Paris van Java di Bandung (sumber: Page resmi Sagoo Kitchen di facebook).

sagooMasuk ke Sagoo Kitchen, kami langsung dihadang oleh beragam pernak-pernik jaman dulu yang ditata dalam wadah-wadah besar yang digeletakkan di lantai atau juga di rak-rak yang digantung di dinding.

Ada mug-mug kecil dari kaleng, piring dan mangkuk kaleng yang terbungkus plastik dan digantung di rak, ada mainan anak-anak jaman dulu seperti ketapel; roda-rodaan; alat-alat masak mainan yang terbuat dari kaleng; perahu-perahuan kaleng yang dijalankan dengan menggunakan minyak tanah; dan beberapa alat masak tradisional.

Beberapa jajanan asagoo_krupukbanjoernak tempo dulu juga ramai menghias rak dalam toples-toples besar. Permen telur cicak yang beraneka warna –yang saya baru tahu ternyata terbuat dari kedelai; coklat yang dibungkus menyerupai koin emas; coklat ayam; kerupuk-kerupuk; permen-permen.

Dipajang juga berbagai minyak angin, minyak kemiri, minyak rambut, minyak tumbuh rambut dan lain-lain yang tentu saja dengan merk-merk jadul ๐Ÿ˜†

Seperti layaknya warung tempo dulu, interior di Sagoo Kitchen didominasi oleh kayu. Meja kayu, kursi kayu, pantri kayu, dinding kayu.

Kayu-kayu pada dindinsagoo_rotigulamalakag dapur dan meja pantri diatur sedemikian rupa sehingga tampak seperti kayu-kayu tua yang tidak seragam. Sekilas nampak berantakan, tapi artistik.

Terdapat beberapa perangkat makan dan minum tua yang dipajang di area dapur dan ruang makan. Seperti termos tua, cangkir besar dari kaleng, piring-piring kaleng, bahkan ada botol minuman berisi soda (atau limun?) yang mungkin saat ini sudah tidak di produksi lagi.

Di bangku panjang yang bersender pada dinding ada bantal-bantal empuk. Yang lucu adalah kain sarung bantalnya seragam dengan baju pelayannya. Haha ..

Menempati meja no 13, kami langsung menyerbu buku menu yang terbuat dari papan dan memburu nama-nama masakan yang terdengar ‘jadoel’. Pilihan akhirnya jatuh pada:

  • sagoo_nasigorengNasi Goreng Sagoo: Nasi goreng ini dibuat ‘dirty’ dengan bumbu dan rasa yang khas sekali nasi goreng pinggir jalan. Dendeng-dendeng (tebal, manis, empuk) disebarkan di atas nasi goreng yang dicetak di atas piring lengkap dengan cabikan telur dadar-telur dadar yang dibentuk spiral.
  • Bestik Sapi Kereta Api: Konon resepnya dicuri dari hasil interogasi seorang mantan juru masak Perumka (sekarang sudah jadi PT KAI) – just kidding. Walhasil, sebuah bistik yang rasanya benar-benar membangkitkan kenangan soal perjalanan panjang di atas kereta api. Pada menu tertulis: Untuk mengingatkan bahwa selalu ada telur ceplok pada bistik di kereta api ๐Ÿ˜†
  • Es Buah Tempoe Doloe: Pernah minum es buah kan? Yang pakai nanas, pepaya dan bengkuang? Jaman dulu es buah cuma ada yang kayak gini, meskipun di restoran mewah. Sekarang udah banyak variasi, ada sop buah, ada es campur malah ada yang lebih modern kaya’ frozen yoghurt ala SourSally, minuman bubble tea yang sempat populer, dan lain-lain.
  • Es Kelapa Jeruk: Kelapa plus jeruk! Jadul gak sih? Kok kayaknya gak ya ..sagoo_steak
  • Roti bakar Goela Malaka: Roti tebal yang khas, dibakar dengan mentega, lalu ditaburi gula semut (gula palem yang bentuknya bubuk kasar, kayak pasir tapi manis dan melt in your mouth gitu deeh). Kedemenannye none-none belande ๐Ÿ˜‰
  • Krupuk Banjoer: krupuk mlarat alias krupuk krismon disiram pake kuah kacang khas pedas-asem. Kuahnya lumayan enak.
  • Es Fosco: Susu Kental Manis Coklat dikasih soda. Rasanya pait-pait gimana gitu dan bikin kenyang. Jadi kalo mau nambah setelah makan tidak disarankan untuk minum minuman ini! Haha ..

Sebagai cendera mata kami membeli sebuah mug kaleng kecil yang harganya Rp. 15.000, piring kaleng kecil dengan harga Rp. 9.500, kerupuk bantat, dan permen telur cicak.

Harga di Sagoo Kitchen memang lumayan mahal untuk ukuran warung ๐Ÿ˜‰ Tapi untuk rekreasi tempo dulu dan ajang nostalgia, tempat ini lumayan asyik sebagai tempat untuk ngobrol ngalor ngidul tentang masa kecil.

12 Comments

Add yours
  1. 7
    hes

    @umu kamilah: salam kenal juga ๐Ÿ™‚ terima kasih sudah mampir yaa ..
    @computer reviews: terima kasih. saya biasanya tidak memasang link tapi saya subscribe blog temanteman blogger dan memajang postingan terbarunya. coba cek di kotak temanbloggers (kotak biru di bawah postingan) di hesti.blogdetik.com kalo Anda memposting tulisan terbaru pasti muncul disana ๐Ÿ˜‰ thx ya ..

  2. 11
    Diah

    Wah… review tempat makannya memang wokeh banget nih. Selamat ya atas kemenangan di lomba review tempat makan openrice.com. Selamat makan-makan… (jadi hadiah ultah yang sedikit telat ya ;))

+ Leave a Comment