Mencoba Menjadi Vegetarian


Vegetarian bertujuan untuk melatih pola makan dengan hanya mengkonsumsi bahan pangan yang hanya berasal dari tumbuhan (buah, sayuran, dan lain-lain) dengan atau bahkan tanpa mengkonsumsi telur dan produk dairy seperti susu atau keju. Dan tidak mengkonsumsi daging (daging merah, unggas atau makanan laut).

Sumber: Vegetarianism

Sejak Wicak bertekad untuk mencoba menerapkan vegan dalam pola makannya, saya agak kelimpungan mencari menunya setiap hari. Jika sebelumnya saya dapat dengan mudah mencari sarapan setiap pagi, misalnya dengan membeli bacang dari bapak bacang yang lewat depan rumah, atau soto mie, atau bahkan mie ayam, sekarang saya mau tidak mau harus mengusir rasa malas dan membuat sendiri sarapan untuk suami saya.

Hahaha iya iya, harusnya memang begitu baiknya ya Dasar saja saya suka yang merasa malas menyiapkan makan pagi karena disibukan oleh beberapa kerjaan lain.

Saya sih masih belum bisa menjelaskan manfaat dan khasiat dari pola makan vegetarian ini.

Sewaktu kakak ipar saya bilang pada Wicak, “Dari pada tidak makan daging atau ikan, lebih baik tidak usah makan nasi saja“. Ia beranggapan Wicak menjadi vege untuk menurunkan berat badan Eh, kenapa sih kok suami saya mecoba pola makan vegan ini? Jawabnya adalah ingin mencoba.

Sejak ia mencobanya hampir dua pekan lalu, manfaat yang kami rasakan paling utama adalah hemat. Hehe. Suami saya itu bercerita jika biasanya ia makan siang dengan biaya diatas sepuluh ribu rupiah maka sejak mencoba vege ini ia hanya menghabiskan kurang dari sepuluh ribu untuk makan siang dengan ‘hanya’ sayuran saja.

Hemat yang lain adalah kami jadi ‘dipaksa’ untuk tidak jajan di akhir pekan. Biasanya di hari Sabtu atau Minggu, kalau tidak malas, kami menjajaki warung bakso; atau mampir ke tempat makan empek-empek; atau iseng ke kios burger; dan beberapa atau yang lain. Dan kalau malas, kami menelepon layanan pesan antar

Manfaat lain yang kami rasakan adalah terciptanya beberapa masakan baru dalam ‘katalog menu’ saya. Sebut saja nasi goreng jamur, tongseng sayur, puding jagung muda, roti isi kentang kari, gulai tahu, dan beberapa ide masakan yang belum saya realisasikan. Serius deh keterbatasan itu memang mendorong kita untuk lebih kreatif.

Oia, satu hal lagi menfaatnya yang saya rasakan sejak Wicak mencoba vege ini adalah saya tidak terlalu lagi malas menyiapkan sarapan

3 Comments

Add yours
    • 2
      hes

      Minyak hewani yang aku tahu yang paling sering digunakan untuk memasak adalah minyak ikan. Tetapi aku (tepatnya wicak) pernah juga sih memasak gajih untuk diambil minyaknya saja.

      Lemak daging yang biasa digunakan untuk diambil minyaknya (seperti yang digunakan di resto macam hanamasa untuk meminyaki pan panggangan) biasanya disebut lemak lilin kalau aku tidak salah.

      Yah sepertinyanya jika sudah menerapkan pola vegan apapun yang hewani tidak boleh ya 😛 aku juga belum paham benar.

  1. 3
    Archie

    You share interesting things here. I think that your page can go viral easily,
    but you must give it initial boost and i know how to do it,
    just type in google for – wcnu traffic increase

+ Leave a Comment

3 × five =